Akun Palsu Bermuka “Lea” Berkeliaran, Guru SMP di Jakarta Jadi Sasaran: Siap Tempuh Jalur Hukum!

0
Caption: Akun Palsu Bermuka “Lea” Berkeliaran, Guru SMP di Jakarta Jadi Sasaran: Siap Tempuh Jalur Hukum!

Bekasi — Aksi nekat pembuatan akun media sosial palsu kembali memicu kemarahan publik. Kali ini, seorang guru di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur berinisial MA, yang tinggal di Bekasi Kota menjadi korban pencemaran nama baik melalui akun palsu yang menggunakan foto wajahnya.

Peristiwa ini diduga mulai muncul sekitar 24 Januari 2026, namun baru diketahui korban sekitar akhir Januari hingga awal Februari, setelah sejumlah teman dekat melaporkan adanya akun mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya.

“Awalnya saya dikasih tahu teman, ada akun Instagram dan Twitter pakai foto saya. Saya kira bercanda. Tapi ternyata serius, bahkan makin parah,” ungkap MA, Rabu (25/3/2026).

Muncul Hilang, Tapi Terus Menyerang

Akun palsu tersebut disebut memiliki pola mencurigakan, timbul tenggelam. Kadang hilang beberapa hari, lalu muncul kembali dengan aktivitas yang lebih agresif.

Lebih parah lagi, akun itu:

• Menggunakan foto asli korban

• Menyebarkan informasi tidak benar

• Mem-follow instansi terkait korban, termasuk lingkungan sekolah dan dinas

• Diduga mulai merambah ke platform lain seperti Twitter (X) dengan konten lebih ekstrem

“Sudah kami report berkali-kali, tapi tetap muncul lagi. Ini jelas sudah kebangetan,” tegasnya.

Bantahan Tegas: “Saya Tidak Punya IG dan Twitter!”

MA menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki akun Instagram maupun Twitter, meski akun palsu tersebut memakai identitas dan wajahnya.

Beberapa kejanggalan juga ditemukan:

• Tanggal lahir tidak sesuai

• Nama akun dibuat menyerupai identitas korban

• Konten menggunakan foto pribadi tanpa izin

“Itu bukan saya. Saya bahkan tidak punya akun IG atau Twitter sama sekali,” ujarnya.

Dugaan Pelaku Orang Terdekat

Dalam pengakuannya, MA mencurigai pelaku adalah orang yang pernah dekat dengannya, yang kemungkinan menyimpan foto atau video pribadi.

Motifnya diduga karena dendam pribadi.

“Saya tidak pernah punya masalah. Tapi mungkin ada orang yang merasa kecewa, lalu menyerang dengan cara seperti ini,” katanya.

Kuasa Hukum: Ultimatum dan Jalur Pidana

Kuasa hukum MA, Iwan Priayiawan, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

Langkah tegas yang akan diambil:

• Memberikan ultimatum 2×24 jam hingga 3×24 jam

• Menuntut permintaan maaf terbuka di media sosial

• Melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) jika tidak ada itikad baik

“Klien kami sangat dirugikan. Nama baiknya dicemarkan dengan konten tidak pantas. Kami akan tempuh jalur hukum agar pelaku bertanggung jawab,” tegas Iwan.

Alarm Bahaya: Siapa Berikutnya?

Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa penyalahgunaan identitas di media sosial masih marak dan bisa menimpa siapa saja.

Jika tidak segera ditindak:

• Reputasi korban bisa hancur

• Lingkungan kerja ikut terdampak

• Kepercayaan publik bisa terkikis

Seruan untuk Publik

MA juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik jika sempat merasa terganggu oleh akun tersebut, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih waspada.

“Saya mohon maaf jika ada yang merasa terganggu. Sekali lagi, itu bukan saya.”

Kasus ini kini memasuki tahap serius.

Pertanyaannya: akankah pelaku muncul dan meminta maaf, atau justru berhadapan dengan hukum?

red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini