Arogansi Wakil Rakyat Diduga Berulang, BK DPRD Karawang Bergerak! Pemeriksaan Tertutup Mulai Dilakukan, Publik Menunggu Ketegasan

0
Caption: Arogansi Wakil Rakyat Diduga Berulang, BK DPRD Karawang Bergerak! Pemeriksaan Tertutup Mulai Dilakukan, Publik Menunggu Ketegasan

Karawang – Badan Kehormatan (BK) DPRD Karawang resmi membuka babak baru dalam dugaan arogansi oknum Wakil Ketua DPRD Karawang berinisial TT dari Partai Keadilan Sejahtera. Pada Senin (24/11/2025), para pengadu satu per satu menjalani pemeriksaan tertutup di ruang BK, sebuah proses yang membuat publik menahan napas menunggu arah keputusan lembaga etik dewan tersebut.

Tiga warga pengadu, Cahria (Danton), Tatang UT, dan Didik Kurnia, datang dengan satu pesan: tingkah arogan pejabat publik tidak bisa dibiarkan. Mereka bersuara lantang bahwa perilaku TT jauh dari sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi teladan.

Kasus ini bermula dari insiden cekcok pada 23 Oktober 2025 di Gintungkerta. TT diduga memarkir mobil tanpa pelat nomor secara sembarangan di depan tempat usaha warga, memicu ketegangan yang berujung perdebatan panas. Rekaman video kejadian itu viral di media sosial dan menjadi bahan gunjingan publik. Meski TT dan warga yang berseteru sudah berdamai, gelombang ketidakpuasan belum mereda.

“Persoalan pribadi mungkin selesai, tapi arogansinya tidak bisa dibiarkan,” ujar salah satu pengadu sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.

BK Mulai Bergerak: “Kita Klarifikasi Semua Pihak”

Ketua BK DPRD Karawang, Rosmilah, menegaskan bahwa hari ini pihaknya fokus memintai keterangan dari para pengadu.

“Hanya klarifikasi dan permintaan keterangan dari pengadu. Setelah ini teradu juga akan dipanggil,” tegas Rosmilah.

BK mengaku sudah melakukan verifikasi lapangan, mendatangi lokasi kejadian, hingga menemui warga yang sempat bersitegang dengan TT. Namun proses belum usai. Masih ada tahapan lanjutan menuju keputusan penting: apakah TT terbukti melanggar etik atau tidak.

Pengadu: “Ini Bukan Kejadian Pertama, dan Tak Boleh Terulang”

Melalui kuasa hukumnya, Andhika Kharisma, SH., CPL, pengadu Tatang UT menegaskan bahwa kliennya melapor bukan sekedar karena insiden viral. Menurutnya, ini adalah kejadian kedua yang menunjukkan pola perilaku tidak pantas dari seorang pejabat publik.

“Pengaduan ini agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota dewan,” tegas Andhika.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menghormati dan menerima apapun hasil keputusan BK DPRD Karawang.

Publik Menanti: Benarkah Arogansi Pejabat Tak Bisa Dibendung?

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat Karawang. Banyak pihak menilai, viralnya video bukan inti persoalan, yang dipersoalkan adalah mentalitas pejabat yang semestinya menjaga etika publik.

Pemeriksaan yang dimulai hari ini menjadi sinyal bahwa lembaga etik DPRD tengah diuji:

• Berani tegas pada pejabat? Atau justru kembali tumpul ke atas?

Publik kini menunggu:

• Apakah TT akan dinyatakan melanggar etik?

• Atau kasus ini hanya akan menjadi angin lalu?

Yang jelas, langkah BK hari ini telah membuka pintu menuju keputusan yang akan menentukan arah integritas lembaga legislatif Karawang.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini