Bertahan di Tengah Reruntuhan: Jaka dan Anaknya Tinggal di Rumah Hampir Roboh

0
Caption: Kondisi Rumah Jaka

KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Di sudut sunyi Dusun Tengah 1 RT 01/01, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berdiri sebuah rumah yang nyaris tak layak disebut tempat tinggal. Dinding-dindingnya setengah runtuh, atap bocor dan keropos, serta dipenuhi tanaman liar yang menjalar ke segala penjuru. Sekilas tampak seperti rumah kosong yang lama ditinggalkan. Namun di dalamnya, Jaka (67) masih bertahan hidup bersama anaknya.

Sejak tahun 2023, rumah milik Jaka mengalami kerusakan parah. Dinding sisi kanan ambruk dan hanya ditutup dengan terpal bekas baliho yang compang-camping. Bagian lainnya ditopang kayu-kayu reyot yang seolah tinggal menunggu waktu untuk roboh.

“Kalau kayunya lepas, mungkin saya dan anak saya akan tertimpa semuanya,” kata Jaka lirih, menatap kosong ke dinding terpal yang bergetar diterpa angin malam, Kamis (19/6).

Caption: Kondisi Rumah Jaka

Lantai rumah ini hanyalah tanah. Ketika hujan turun, air menggenang menciptakan suasana lembap dan becek layaknya kubangan. Angin yang menyelinap lewat celah-celah membuat suara berbisik yang menyeramkan, seolah rumah ini pun ikut merintih bersama penghuninya.

Istri Jaka meninggal dunia tiga tahun lalu, tepat di tahun yang sama rumah ini mulai hancur. Sejak itu, ia hidup hanya berdua dengan anaknya. Janji bantuan dari program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) yang sempat mendokumentasikan kondisi rumah ini tak kunjung terealisasi.

“Sudah tiga tahun saya menunggu, tapi rumah ini makin hancur. Saya takut suatu malam kami tidak bangun lagi karena ketimpa reruntuhan,” ujar Jaka dengan suara bergetar.

Dari luar, rumah ini tampak menakutkan. Gelap, ditumbuhi semak dan sulur tanaman liar, serta sunyi tanpa tanda kehidupan. Tapi di dalamnya, ada seorang kakek dan anaknya yang masih memanjatkan doa, memohon agar pemerintah daerah, khususnya Pemkab Karawang, membuka mata dan telinga.

Rumah ini bukan lagi tempat tinggal. Ini jerat pelan-pelan menuju bencana.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini