
KARAWANG — Prestasi membanggakan datang dari seorang bocah 12 tahun, Farhan Muta’alim Alhidayat, yang dengan penuh percaya diri menunjukkan sertifikat penghargaan Khatam Al-Qur’an yang diraihnya dari Pengajian Al‑Istiqomah Blok B1 di Perum Pesona Kalangsurya, Desa Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Dalam momen sederhana namun penuh makna itu, Farhan tampil mengenakan busana muslim lengkap dengan peci hitam. Ia berdiri tegap sambil memegang sertifikat, simbol dari kerja keras dan kedisiplinan belajar yang tidak sedikit memerlukan kesabaran.
Suasana rumah yang apa adanya justru mempertegas pesan kuat: semangat belajar tidak bergantung pada kemewahan, melainkan pada tekad serta dukungan keluarga. Di tengah keterbatasan, Farhan membuktikan bahwa kesungguhan mampu mengalahkan keadaan.
Sertifikat khatam yang diterimanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan, khususnya pendidikan agama. Di usia belia, ia telah menunjukkan komitmen yang seringkali bahkan belum dimiliki banyak remaja.
Sang ibu, Ratna, berharap pencapaian ini menjadi awal langkah besar bagi putranya.
“Semoga ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menjadi anak yang membanggakan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Kisah Farhan menjadi pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas lengkap. Kadang justru tumbuh dari ruang sederhana, dari doa orang tua, dan dari anak yang memilih berjuang sejak dini.
Hari ini mungkin hanya sertifikat khatam. Namun esok, bisa jadi pemimpin, ulama, atau inspirasi bagi banyak orang.
Penulis: Alim

