KARAWANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang bersama pemerintah kecamatan mendirikan dua titik posko pengungsian bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Rengasdengklok, Selasa (27/1/2026).
Posko pengungsian dibangun menyusul kondisi rumah warga yang sudah tidak layak digunakan untuk beristirahat dan bermalam akibat terendam banjir.
“Posko ini dibuat karena rumah warga sudah tidak bisa digunakan untuk tidur,” ujar Imam Subagja, perwakilan Satgas Penanggulangan Bencana Kecamatan Rengasdengklok, di sela aktivitas penanganan di lokasi.
Dua titik posko tersebut berada di Dusun Kalijaya 2 RT 04/05, Desa Rengasdengklok Utara, serta RT 05, Desa Kertasari. Posko di Rengasdengklok Utara bahkan dirancang untuk menampung pengungsi dari dua desa sekaligus, yakni Desa Rengasdengklok Utara dan Desa Kertasari.
“Total ada dua titik posko. Masing-masing bisa menampung sekitar 100 orang, jadi total kapasitasnya mencapai sekitar 200 pengungsi,” jelas Imam.
Berdasarkan data sementara, wilayah Dusun Kalijaya 2 mencatat 137 kepala keluarga (KK) terdampak dengan total 575 jiwa di Desa Rengasdengklok Utara. Sementara di Desa Kertasari, khusus RT 05, tercatat 90 KK terdampak paling parah, meskipun data keseluruhan desa masih dalam proses pendataan.
Untuk operasional di lapangan, BPBD menurunkan delapan personel, terdiri dari tiga petugas yang telah menyelesaikan tugas dan lima petugas yang masih berjaga di lokasi posko.
Pendirian posko dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Posko di Kalijaya telah rampung, sementara posko di Desa Kertasari sempat mengalami kendala teknis akibat masalah penyambungan besi tenda.
Selain menyediakan tempat pengungsian, BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Desa Kertasari, sementara distribusi bantuan untuk Desa Rengasdengklok Utara telah dilakukan sebelumnya. Ke depan, penguatan bantuan akan terus dilakukan sesuai arahan Bupati Karawang, dengan prioritas utama pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Imam berharap banjir dapat segera surut dan menegaskan bahwa upaya penyedotan air terus dilakukan, mengingat genangan diperkirakan tidak akan berkurang tanpa intervensi.
“Harapan kami tentu banjir cepat surut. Kalau tidak disedot, air di sini tidak akan turun,” pungkasnya.
Penulis: Alim


