Karawang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, kini tengah menjadi sorotan. Lembaga yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa ini dinilai “mati suri” karena lebih dari satu tahun tidak menunjukkan aktivitas berarti.
Kondisi tersebut diakui langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Pisangsambo. “Memang sempat mati suri,” ungkapnya saat ditemui di kantor desa, Selasa (19/8/2025).
Meski demikian, secercah harapan mulai tampak. Sektor ketahanan pangan perlahan bergerak, salah satunya melalui pengelolaan sawah di Dusun Malaka dengan sistem kontrak sewa. Dari total sekitar lima hektare yang pernah digarap, hasil panen memang belum optimal, namun tetap menjadi sinyal positif. “Kalau sawah, sistemnya kontrak sewa. Hasilnya dibagi dua, setengah untuk sewa,” jelasnya.
Sayangnya, keterbatasan anggaran menjadi hambatan serius. Rencana pengembangan usaha lain, seperti peternakan ayam dan unit usaha desa, hingga kini belum bisa berjalan. “Anggarannya kurang. Jadi hanya sebatas itu saja,” keluh Kasi Trantib Desa Pisangsambo.
Meski penuh keterbatasan, optimisme untuk menghidupkan kembali BUMDes tidak padam. Dukungan kepala desa dan perangkat diharapkan mampu menata kembali kontrak usaha serta memperluas sektor ekonomi desa.
“Kalau ada kegiatan lagi, bisa berjalan. Tinggal kita tata kontraknya kembali,” imbuh Sekdes.
Kini, warga Pisangsambo menaruh harapan besar agar BUMDes tidak hanya sekadar nama di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai motor penggerak ekonomi yang mampu menyejahterakan masyarakat desa.


