
Karawang — Gelombang aksi kembali dipanaskan. Karnata alias Gemblung, Ketua Korwil Kota Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang, memastikan pihaknya tengah mematangkan persiapan demo jilid II yang menargetkan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Menurut Gemblung, progres persiapan aksi sudah mendekati rampung dan tinggal menunggu konsolidasi akhir dari berbagai wilayah.
“Ini dalam rangka persiapan demo yang kedua kalinya. Sekarang persiapannya sudah mencapai sekitar 70 sampai 90 persen. Tinggal menunggu Korwil lainnya berdatangan,” tegas Gemblung, Jumat (27/2/2026).
Ia memperkirakan aksi lanjutan ini akan dihadiri ratusan massa lintas daerah. Dari Korwil Kota hingga Korwil 5, termasuk wilayah utara dan selatan, jumlah peserta diprediksi menembus 400–500 orang.
Tak hanya dari Karawang, massa disebut akan datang dari berbagai daerah bahkan luar provinsi.
“Ada dari Lampung, Sumatera, Bangka Belitung, Bandung, Purwakarta, Subang, semua ada,” kata Gemblung.
Transit di Pemda, Bergerak Sore
Dalam skenario aksi, massa akan lebih dulu berkumpul di area Pemda Karawang sebelum bergerak menuju kampus Unsika pada sore hari.
“Kita kumpul dulu di Pemda Karawang, transit, lalu berangkat jam 16.00 sore menuju Unsika,” jelasnya.
Tuntutan Tegas: Minta Maaf Langsung
Meski mengerahkan ratusan massa, Gemblung menegaskan tuntutan IWOI tidak berlebihan. Ia menyebut inti persoalan hanya soal permintaan maaf yang dinilai belum tepat sasaran.
“Enggak muluk-muluk, cuma minta maaf itu saja,” ujarnya.
Namun, menurutnya, permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan pihak terkait belum menyentuh pihak yang merasa dirugikan.
“Dia memang sudah minta maaf, tapi bukan ke kita yang punya permasalahan. Harusnya kan ke kita langsung,” tegasnya.
Sorotan untuk Akademisi
Sebagai pimpinan korwil, Gemblung juga menyinggung pentingnya etika komunikasi dari pihak yang dipersoalkan. Ia menilai seorang akademisi seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan kesantunan.
“Dia kan akademisi, harusnya punya wawasan tinggi. Etika bicara itu harus transparan dan sopan. Kita ini jurnalis,” tandasnya.
Dengan eskalasi massa yang terus bertambah, demo jilid II IWOI berpotensi menjadi tekanan serius bagi Unsika apabila tuntutan permintaan maaf belum juga dipenuhi.
Penulis: Alim

