
KARAWANG – Kebijakan tegas pemerintah di sektor pertanian kembali membuahkan hasil nyata. Kepala Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menegaskan bahwa regulasi pupuk yang diterbitkan pemerintah terbukti cepat, efektif, dan berdampak langsung bagi petani di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran di hadapan Presiden Republik Indonesia saat menghadiri agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026), yang berlangsung dengan penuh antusiasme petani dan tamu undangan.
Dalam pidatonya, Mentan Amran mengungkapkan bahwa hanya dalam waktu satu hari setelah regulasi pupuk diberlakukan, harga pupuk nasional langsung turun hingga 20 persen.
“Ini bukan janji, ini fakta. Terbit satu hari, harga pupuk langsung turun 20 persen. Petani merasakan langsung,” tegas Mentan Amran.
Tak hanya menurunkan harga di tingkat petani, kebijakan tersebut juga memicu lonjakan signifikan pada volume produksi pupuk nasional. Produksi pupuk tercatat melonjak hingga 700 persen tanpa membebani anggaran negara. Pemerintah pun menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru, dengan lima di antaranya direncanakan diresmikan sebelum tahun 2029.

Mentan Amran menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari sikap tegas pemerintah dalam memberantas praktik penyelewengan pupuk. Sepanjang satu tahun terakhir, Kementerian Pertanian telah mencabut lebih dari 2.300 izin distributor pupuk di seluruh Indonesia yang terbukti melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Begitu harga naik dari HET, izinnya langsung kami cabut. Hari itu juga. Tidak ada kompromi,” ujarnya dengan nada keras.
Langkah tegas tersebut mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. Hingga saat ini, sebanyak 76 pihak telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pupuk, sementara 193 pejabat internal Kementerian Pertanian dicopot dari jabatannya, sebagian bahkan diproses secara hukum.
Mentan Amran menekankan bahwa seluruh kebijakan dan tindakan tegas ini semata-mata dilakukan demi kepentingan bangsa dan kesejahteraan petani Indonesia.
“Saya bisa keras, tapi saya mencintai negara ini. Ini perintah Presiden. Demi Merah Putih, demi petani,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan lintas kementerian dan lembaga yang dinilai menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan serta mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.
Regulasi pupuk ini pun dinilai sebagai salah satu kebijakan tercepat dan paling berdampak dalam sejarah sektor pertanian Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi yang tegas, berani, dan konsisten mampu menghadirkan perubahan nyata dalam waktu singkat.
Penulis: Alim

