KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Proyek peningkatan jalan Ciwulan–Kalisari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dibiayai oleh APBD tahun 2025, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang memiliki volume panjang 130 meter dan lebar 4 meter tersebut dikerjakan oleh CV. Perkasa Utama Abadi dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Namun, berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi pada Kamis (19/6/2025), ditemukan dugaan adanya ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan, terutama dalam hal pembesian dan ketebalan beton cor.
Salah satu pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa ketebalan cor yang seharusnya 20 cm, ternyata pada kenyataannya tidak seragam.
“Ketebalan cornya 20 cm, jarak antara besi angkurnya 70 cm,” ujar pekerja tersebut saat diminta keterangan.

Namun, pengukuran yang dilakukan di beberapa titik menunjukkan ketebalan beton hanya sekitar 18 cm bahkan ada yang hanya 15 cm, yang diduga jauh dari spesifikasi yang ditentukan. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi pengurangan volume pekerjaan.
Sementara itu, pengawas proyek yang berinisial R dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban. Sikap diam ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat mengenai transparansi dan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan dana publik.
Rudi, Ketua Karang Taruna Desa Ciwulan, membenarkan adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami melihat langsung, dan memang ada kejanggalan pada pelaksanaannya,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum dapat ditemui ataupun memberikan klarifikasi terkait temuan di lapangan.
Masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Karawang segera mengevaluasi kinerja pengawas proyek dan menindak tegas pihak kontraktor apabila terbukti melakukan penyimpangan.
Proyek yang dibiayai oleh uang negara sudah semestinya dikerjakan sesuai aturan dan spesifikasi agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan menjadi ajang mencari keuntungan sepihak.
Penulis: Alim


