KARAWANG | ULASBERITA.CLCIK | Forum Masyarakat Karawang Ngahiji (FMKN) resmi mengalihkan rencana aksi massa terbuka menjadi Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Jumat (25/7/2025) pukul 14.00 WIB, usai salat Jumat.
Langkah taktis ini diambil demi menjaga stabilitas daerah dan iklim investasi Karawang tetap kondusif. Namun, FMKN menegaskan bahwa pengalihan bentuk aksi ini bukan berarti mereka melemah. Justru sebaliknya, tuntutan akan disampaikan secara langsung, terbuka, dan menyasar langsung ke jantung persoalan.
Dalam forum resmi tersebut, FMKN akan berhadapan langsung dengan jajaran Top Management PT FCC Indonesia, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Komisi IV DPRD, serta Ketua DPRD Karawang. Dua tuntutan utama yang akan mereka sampaikan menjadi garis merah yang tidak bisa ditawar:
1. Pecat Oktav Ardiasyah, Manager HRD/GA PT FCC Indonesia, yang dinilai telah melukai harga diri warga Karawang lewat ucapannya yang tidak etis dan tidak profesional. FMKN menyebut ucapan Oktav telah memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
2. Hentikan rekrutmen tenaga kerja dari luar Karawang sebelum prioritas nyata diberikan kepada tenaga lokal. FMKN juga menuntut transparansi total dalam proses rekrutmen, tanpa calo, tanpa pungli, karena pengangguran di Karawang bukan sekadar angka statistik, tapi fakta sosial yang menyakitkan.
Koordinator FMKN, Nurdin Syam alias Mr. KiM, mengingatkan seluruh pihak bahwa forum RDP adalah batas awal. Jika tidak ada tindakan konkret setelah forum ini, gelombang besar akan digerakkan.
“Jika dua tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami tidak segan mengerahkan massa besar dari seluruh penjuru Karawang,” tegas Nurdin.
FMKN menegaskan pula bahwa segala bentuk aksi di luar poin resmi yang mereka sampaikan bukan bagian dari komando organisasi. Ini penting untuk menjaga fokus perjuangan dan mencegah penyusupan agenda lain.
Akar kemarahan publik ini berasal dari dugaan diskriminasi dan penghinaan yang dilontarkan oleh pejabat PT FCC serta dugaan praktik kotor dalam rekrutmen tenaga kerja. FMKN menyatakan bahwa kesabaran warga Karawang sudah mencapai titik nadir.
“Kalau tuntutan kami tidak dijalankan, kami akan turun langsung dan membawa gelombang massa ke pabrik FCC. Ini bukan hanya suara FMKN, tapi suara rakyat Karawang,” tandas Nurdin dengan nada menggelegar.
Penulis: Alim


