
Karawang — Suhu politik Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang mulai memanas menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Warga mendadak ramai memperbincangkan beredarnya foto Ketua Karang Taruna setempat yang berjabat tangan dengan bakal calon kepala desa, Entis Sutisna.
Dalam narasi yang menyertai foto tersebut, sang ketua menyatakan dukungan secara pribadi kepada Entis Sutisna untuk maju sekaligus memenangkan kontestasi Pilkades. Alih-alih meredakan suasana, pernyataan itu justru memicu perdebatan di tengah masyarakat.
Sebagian warga menilai dukungan tersebut merupakan hak politik individu. Namun sebagian lainnya berpandangan jabatan sosial tidak bisa dipisahkan dari identitas pribadi di mata publik.
“Kalau pribadi silahkan saja, tapi beliau Ketua Karang Taruna. Di mata masyarakat itu pasti dianggap sikap organisasi,” ujar seorang warga, Minggu (15/2/2026).
Netralitas Dipertanyakan
Karang Taruna selama ini diposisikan sebagai rumah bersama pemuda, bukan alat politik. Karena itu, keterlibatan pengurusnya dalam dukung mendukung Pilkades dinilai berpotensi menimbulkan tafsir ganda.
Secara hukum setiap individu bebas menentukan pilihan politik. Namun dalam kultur sosial desa, jabatan kerap melekat pada pribadi sehingga tindakan personal mudah berubah menjadi simbol kelembagaan, terlebih Pilkades dikenal sebagai momentum paling sensitif di tingkat lokal.
Ancaman Perpecahan Pemuda
Tokoh masyarakat mulai mengingatkan dampak yang bisa muncul bila isu ini dibiarkan tanpa klarifikasi tegas.
“Bukan soal boleh atau tidak, tapi dampaknya. Pemuda bisa terbelah,” kata seorang tokoh setempat.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu:
• polarisasi kelompok pemuda,
• kegiatan sosial terseret kepentingan politik,
• hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap organisasi kepemudaan.
Publik Menunggu Penjelasan
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu sikap resmi: apakah dukungan itu murni pribadi atau secara tidak langsung membawa nama organisasi.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ketua Karang Taruna belum mendapat jawaban.
Pilkades Pulokalapa kini bukan sekedar perebutan kursi kepala desa, tetapi menjadi ujian netralitas organisasi sosial sekaligus kedewasaan politik warga desa.
Penulis: Alim

