
Karawang – Warga Rengasdengklok heboh setelah aksi penipuan seorang pria berinisial ES, yang akrab dipanggil E, terungkap. Mengaku berasal dari Adimik, Desa Kalangsari, E diduga menipu warga lewat jasa administrasi palsu, mulai dari pengurusan BPJS, sertifikat tanah, hingga janji pekerjaan dengan gaji besar. Semua modusnya, kata korban, selalu meminta uang di muka.
Janji BPJS Beres 3 Hari, Uang Korban Lenyap
NJ, salah satu korban dari Dusun Kalijaya, Desa Rengasdengklok Utara, menceritakan pengalamannya. E menjanjikan pengurusan BPJS hanya dalam tiga hari, namun setelah berkali-kali diminta membayar, BPJS yang dijanjikan tak kunjung aktif.
“Awalnya minta seratus ribu. Tidak lama, telepon lagi minta seratus ribu, katanya biar cepat aktif,” ungkap NJ, Sabtu (29/11/2025).
Selain BPJS, NJ juga diperas biaya pengurusan sertifikat kebun warisan keluarga, hingga total kerugian mencapai sekitar Rp 4,5 juta.
Janji Pekerjaan, Terjebak Biaya Jutaan Rupiah
Korban lain, AD, dijanjikan pekerjaan di kawasan Cikarang dengan gaji setara UMR. Namun sebelum bisa bekerja, AD harus membayar biaya pendaftaran jutaan rupiah dan bahkan menerima seragam kerja palsu.
Belasan Korban, Kerugian Mencapai Puluhan Juta
Hingga kini, warga mendata belasan korban dengan total kerugian diperkirakan lebih dari Rp 8 juta. E juga diduga menjalankan modus lain, mengatasnamakan program pinjaman pemerintah, tetap meminta biaya administrasi di muka.
Para korban sempat meminta identitas E, namun pelaku mengaku tidak membawa KTP. “Masa orang serapi itu tidak pernah bawa KTP,” kata NJ, heran.
Warga Berkumpul, Bukti Dikumpulkan
Warga kini mengumpulkan bukti pembayaran, fotokopi dokumen, hingga foto pelaku, meski sebagian masih ragu melapor ke pihak berwajib karena takut dirugikan lebih besar.
Harapan Warga: Uang Kembali dan Pelaku Bertanggung Jawab
“Maunya uang kembali. Dan bagaimana caranya supaya tidak ada korban lagi,” ujar NJ.
Kasus penipuan ini cepat menyebar di media sosial lokal. Warga diimbau lebih waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa administrasi atau pekerjaan dengan meminta pembayaran di muka tanpa bukti resmi.
Penulis: Alim

