
Karawang – Upaya penanganan terhadap Sri Nuryeni, bayi 8 bulan penderita jantung bocor asal Dusun Cibanteng III, Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, terus menunjukkan perkembangan positif. Pihak UPTD Puskesmas Kutawaluya bergerak cepat memberikan pendampingan medis sekaligus membantu proses administrasi keluarga pasien.
Kepala UPTD Puskesmas Kutawaluya, dr. Hasan Hariri, mengungkapkan bahwa timnya telah turun langsung sejak awal untuk memastikan Sri Nuryeni mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
“Alhamdulillah tim kami sudah turun. Kami sudah dua kali mendampingi ke RSUD, dan selanjutnya dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 15 April,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/4/2026).
Sri Nuryeni, putri dari Karti, warga Cibanteng III RT 009 RW 003, kini mendapatkan perhatian serius dari tenaga kesehatan. Puskesmas Kutawaluya telah melakukan berbagai intervensi, mulai dari pengurusan Universal Health Coverage (UHC), pembuatan surat rujukan, hingga mengantar langsung pasien ke rumah sakit.
Dalam penanganan di RSUD Kabupaten Karawang pada 30 Maret 2026, Sri Nuryeni telah menjalani serangkaian pemeriksaan, meliputi pemeriksaan dokter anak, laboratorium, serta radiologi. Selanjutnya, pada 1 April 2026, dengan pendampingan puskesmas, pasien dirujuk ke poli jantung dan poli gizi untuk penanganan lanjutan.
Adapun kontrol berikutnya dijadwalkan pada 15 April 2026 ke dokter anak guna memantau perkembangan kondisi kesehatan bayi tersebut.
Tak hanya fokus pada aspek medis, Puskesmas Kutawaluya juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk membantu kebutuhan administrasi keluarga, termasuk pembuatan Kartu Keluarga (KK) serta pengajuan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Koordinasi dengan desa dan kecamatan sudah kami lakukan. Bahkan tadi pagi kami sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Desa dan Sekretaris Kecamatan, dan pengajuan bantuan ke Baznas sudah diantar sejak kemarin siang,” tambah dr. Hasan Hariri.
Langkah cepat dan kolaborasi lintas sektor ini menjadi harapan besar bagi kesembuhan Sri Nuryeni, sekaligus meringankan beban keluarga yang selama ini terkendala biaya dan administrasi.

