Haul ke-167 Syekh Quro dan Syekh Benthong di Karawang Meriah, Turnamen Voli hingga Bebaritan Satukan Warga

0
Caption: H. Bukhori, S.Pd.I., Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Partai NasDem

KARAWANG — Rangkaian peringatan haul ke-167 makam Syekh Quro dan Syekh Benthong yang berlokasi di Dusun Krajan 2, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, berlangsung meriah dan penuh partisipasi masyarakat, Sabtu (14/2/2026).

Tradisi tahunan ini menghadirkan beragam kegiatan budaya dan keagamaan. Selain pengajian dan pawai keliling kampung, masyarakat juga memadati agenda babaritan dan turnamen bola voli yang menjadi daya tarik utama. Kegiatan tersebut difokuskan untuk melibatkan generasi muda dalam aktivitas positif dan bermanfaat.

Anggota DPRD Karawang dari Partai NasDem, H. Bukhori, S.Pd.I., menjelaskan babaritan merupakan wadah kebersamaan seluruh warga tanpa memandang usia maupun latar belakang.

“Semua lapisan masyarakat harus terlibat dan merasakan kegembiraan dalam acara syukuran haul ini. Kegiatan ini lebih diarahkan pada aktivitas anak muda melalui kegiatan bermanfaat, salah satunya turnamen bola voli,” ujarnya usai acara babaritan.

Turnamen voli bersifat terbuka dan diikuti 23 tim, tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah bahkan luar kabupaten. Menurut Bukhori, kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi haul.

Rangkaian acara berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu. Agenda diawali pawai kampung dan pengajian malam hari, dilanjutkan turnamen voli serta pagelaran seni wayang kulit. Pada hari terakhir digelar penutupan turnamen sekaligus tradisi Bebaritan.

Bebaritan merupakan warisan budaya berupa sedekah makanan yang dibawa warga, kemudian ditukar dan dibagikan bersama. Tradisi ini diyakini sebagai doa bersama agar terhindar dari bala dan membawa keberkahan.

“Bebaritan itu sedekah. Masyarakat membawa makanan lalu saling bertukar. Harapannya menjadi tolak bala dan membawa keberkahan,” jelasnya.

Peserta babaritan tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga dihadiri masyarakat dari berbagai daerah seperti Indramayu, Bekasi, dan Purwakarta.

Bukhori berharap kegiatan haul ke depan semakin memberi manfaat dan tetap terjaga sebagai warisan budaya yang mempererat kebersamaan masyarakat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini