KARAWANG — Dugaan insiden medis yang menyeret mantri berinisial TT di Dusun Jarong, Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, mulai ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
Kepala Bidang SDM Kesehatan, Neni Rosnani, SKM., memastikan pihaknya bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan salah tindakan medis yang menyebabkan pasien dalam kondisi kritis.
“Terima kasih infonya, kirim data nama dan alamat mantri dan pasien. Makasih, saya koordinasikan ke mantri terkait,” ujar Neni melalui pesan singkat, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah pemanggilan terhadap mantri yang bersangkutan.
“Ya, hari Jumat dipanggil ke dinkes mantrinya,” lanjutnya, Rabu (25/2/2026).
Status Izin Masih Diklarifikasi
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang belum memastikan apakah praktik mantri TT di wilayah Cilebar terdaftar dan mengantongi izin operasional yang sah.
Alih-alih memberi kepastian, pihak Dinkes menyatakan masih perlu melakukan klarifikasi langsung terhadap yang bersangkutan.
“Makanya mau dipanggil dulu,” katanya singkat.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan praktik layanan kesehatan non-dokter di tingkat desa.
Pasien Kritis Usai Perawatan
Kasus ini mencuat setelah seorang pasien perempuan berinisial AC (37), warga Dusun Baros, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, dilaporkan dalam kondisi kritis usai menjalani perawatan di praktik mantri TT.
Tindakan yang disebutkan meliputi pemasangan infus dan pemberian obat. Peristiwa tersebut cepat menyebar dan memicu kekhawatiran masyarakat mengenai standar keselamatan pasien serta legalitas praktik tenaga kesehatan.
Kini publik menunggu kejelasan:
• Apakah praktik mantri TT memiliki izin resmi?
• Apakah prosedur medis dilakukan sesuai standar?
• Sejauh mana pengawasan Dinkes terhadap praktik kesehatan di lapangan?
Jawaban resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan menjadi penentu arah kasus, sekaligus ujian serius bagi sistem pengawasan layanan kesehatan di daerah.
Penulis: Alim


