Insiden Penyerangan di Tempuran Guncang Rasa Aman Warga, Aparat Dipertanyakan

0
Caption: Insiden Penyerangan di Tempuran Guncang Rasa Aman Warga, Aparat Dipertanyakan

Karawang — Insiden dugaan penyerangan kembali mengguncang rasa aman masyarakat Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Seorang warga Desa Pancakarya, Icong, mengungkap kronologi serangan yang dialaminya bersama Wardi, warga Desa Ciparagejaya, di sebuah warung kawasan Laut Ciparagejaya pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (27/1/2026).

Menurut keterangan korban, peristiwa tersebut terjadi secara mendadak tanpa adanya konflik, cekcok, atau provokasi sebelumnya. Saat kejadian, Wardi disebut hanya duduk santai di warung dan tidak terlibat dalam situasi apa pun yang berpotensi memicu keributan.

“Tidak ada masalah sebelumnya. Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menyerang,” ujar Icong kepada wartawan.

Pelaku diduga satu orang yang berasal dari Desa Ciparagejaya, Dusun Muara 1, dan disebut berada dalam kondisi mabuk saat melakukan aksi penyerangan. Korban sendiri berasal dari dua desa berbeda, yakni Wardi dari Ciparagejaya dan Icong dari Pancakarya.

Lokasi kejadian diketahui merupakan warung yang selama ini menjadi tempat singgah warga untuk bersantai dan ngopi. Insiden terjadi saat hujan mengguyur kawasan tersebut, memperburuk situasi, memicu kepanikan, serta membuat korban tidak siap menghadapi serangan mendadak.

“Tiba-tiba langsung memukul. Posisi lagi hujan, suasana panik, dan saya tidak siap menghadapi serangan,” lanjut Icong.

Peristiwa ini disebut telah diketahui oleh warga sekitar, termasuk pemilik warung, RT, RW, hingga pihak pemerintah desa. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai langkah penanganan awal, proses hukum terhadap pelaku, maupun strategi pencegahan lanjutan yang dilakukan aparat setempat.

Korban menegaskan akan menempuh jalur hukum dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami tetap akan melaporkan kejadian ini ke polisi,” tegasnya.

Kasus ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat Tempuran. Sejumlah warga mempertanyakan lemahnya pengawasan lingkungan dan efektivitas respons aparat keamanan. Terlebih, muncul dugaan bahwa pelaku dikenal oleh warga dan sebelumnya telah beberapa kali dipanggil oleh aparat desa terkait perilaku yang dinilai meresahkan.

Warga kini mendesak adanya klarifikasi terbuka, tindakan hukum yang tegas tanpa tebang pilih, serta langkah konkret dari aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk menjamin keselamatan publik dan mencegah terulangnya insiden serupa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini