IWOI Karawang Buat Gebrakan! Jaipong Terancam Punah, Syuhada Wisastra Desak Perhatian Serius Pemerintah

0
Caption: IWOI Karawang Buat Gebrakan! Jaipong Terancam Punah, Syuhada Wisastra Desak Perhatian Serius Pemerintah

Karawang – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Karawang kembali membuat gebrakan besar. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar pada 19 Desember 2025 di Villa Meta Morgana, Ciater, Subang, Jawa Barat, IWOI Karawang tidak hanya membahas penguatan organisasi, tetapi juga mengangkat persoalan serius yang selama ini luput dari perhatian publik: terancam punahnya seni tradisional Jaipong di tanah kelahirannya sendiri.

Ketua DPD IWOI Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, secara tegas menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para pelaku seni Jaipong. Menurutnya, predikat Karawang sebagai “Kota Jaipong” kini hanya tinggal nama.

“Jaipong hari ini hanya dijadikan hiburan di hajatan. Bajidoris legendaris bukan lagi berasal dari generasi muda. Ini sinyal kuat bahwa perhatian terhadap seni Jaipong dan para pelakunya sangat minim,” tegas Syuhada.

Ia menilai, tanpa langkah nyata dan dukungan serius, Jaipong bisa kehilangan regenerasi dan identitasnya sebagai ikon budaya Karawang. Kondisi para seniman yang bertahan tanpa fasilitas, alat tari, maupun gamelan yang memadai semakin memperparah keadaan.

Menjawab persoalan tersebut, IWOI Karawang merancang sejumlah program strategis yang akan dijalankan pada tahun 2026. Program ini tidak hanya menyasar penguatan organisasi, tetapi juga peningkatan peran sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk para pelaku seni tradisional.

Beberapa program unggulan yang disiapkan antara lain Jumat Berkah, santunan anak yatim, serta pendirian PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). IWOI Karawang juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait demi menyelamatkan seni tradisional Jaipong.

Selain itu, IWOI Karawang akan melaksanakan program-program strategis lainnya, di antaranya:

• IWOI Run Humanity, kegiatan olahraga sambil beramal untuk mendukung aksi sosial dan kemanusiaan.

• IWOI Award, penghargaan bagi kepala dinas, camat, dan instansi yang dinilai berprestasi dan berdampak bagi masyarakat.

• Lomba Jaipong tingkat Kabupaten Karawang, yang akan digelar di Ramayana Karawang sebagai upaya nyata mendorong regenerasi seniman muda.

• Pendirian Koperasi IWOI Karawang, guna meningkatkan kesejahteraan anggota.

• Program Literasi Media, berupa edukasi jurnalistik bagi pelajar SMA dan SMK.

Syuhada menegaskan, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Ia berharap Jaipong tidak hanya dipertontonkan di hajatan, tetapi dapat dihadirkan secara rutin di hotel-hotel sebagai seni khas Karawang yang harus dikedepankan.

Bahkan, ia mengusulkan agar patung sinden atau penari Jaipong dijadikan tugu kebanggaan sebagai simbol identitas budaya Karawang.

Lebih jauh, Syuhada mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) agar segera memberikan perhatian nyata, terutama dalam penyediaan alat tari dan gamelan.

“Para pelaku seni Jaipong hampir tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Padahal ini menyangkut keberlangsungan hidup mereka dan masa depan Jaipong itu sendiri. Jika dibiarkan, ikon budaya Karawang bisa benar-benar hilang,” pungkasnya.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini