KARAWANG – Kemarahan warga akhirnya meledak. Sejumlah massa menggelar aksi protes dengan memblokade ruas jalan Klari–Kosambi, Kabupaten Karawang, Senin (2/2/2026). Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan massa menutup total akses jalan Klari, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang tak terhindarkan. Kepulan asap hitam pekat dari ban yang dibakar membumbung tinggi, memperparah situasi dengan mengurangi jarak pandang pengendara yang nekat melintas.
Aksi ini menjadi puncak akumulasi keresahan warga dan pengguna jalan yang selama ini mengeluhkan kerusakan parah di jalur vital tersebut. Jalan berlubang yang tersebar di sepanjang Klari–Kosambi kerap memicu kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan, ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terdeteksi.
“Sudah sering makan korban, tapi tidak pernah ada perbaikan serius,” keluh salah seorang pengguna jalan di lokasi aksi.
Massa mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak lagi menutup mata, serta segera melakukan perbaikan permanen demi keselamatan publik. Mereka menilai pembiaran terhadap jalan rusak sama saja dengan mempertaruhkan nyawa masyarakat setiap hari.
Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan dan potensi bahaya di sekitar lokasi aksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait terkait penanganan aksi maupun kepastian rencana perbaikan jalan Klari–Kosambi yang menjadi tuntutan utama massa.
Penulis: Alim


