Karawang – Akses jalan menuju objek wisata Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, kembali menuai sorotan keras. Kali ini, Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad, H. Darwis, angkat bicara dengan nada geram menyusul maraknya kecelakaan yang diduga akibat kondisi jalan sempit dan fasilitas yang tidak memadai.
Kecelakaan demi kecelakaan disebut bukan lagi kejadian biasa. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju kawasan wisata itu dinilai terlalu sempit untuk menampung arus kendaraan wisatawan yang terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Ini bukan lagi soal ketidaknyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan masyarakat. Banyak kejadian yang merugikan pengunjung maupun warga sekitar,” tegas H. Darwis, Senin (6/4/2026).
Ia menuding adanya kelalaian dari pihak pengelola wisata Pantai Tanjung Pakis yang dinilai tidak serius memperhatikan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan masuk. Padahal, menurutnya, pemasukan dari tiket wisata terus berjalan.
Sorotan tajam juga diarahkan pada penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pengelola wisata. H. Darwis mempertanyakan transparansi dan realisasi program CSR yang dinilai tidak jelas keberadaannya.
“Setiap hari ada pemasukan dari tiket. Tapi CSR-nya ke mana? Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton dari keuntungan yang dihasilkan,” ujarnya dengan nada tinggi.
Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk Muspika dan Muspida Kabupaten Karawang, untuk segera turun tangan. Ia meminta agar pengelola wisata dipanggil dan diajak duduk bersama guna membahas solusi konkret, terutama pelebaran jalan menuju kawasan wisata.
Menurutnya, kolaborasi antara pengelola dan pemerintah sangat mendesak agar akses menuju Pantai Tanjung Pakis menjadi layak, aman, dan mampu mengakomodasi arus kendaraan tanpa menimbulkan kemacetan maupun resiko kecelakaan.
“Kalau dibiarkan, ini bisa terus makan korban. Pemerintah harus tegas. Pengelola juga jangan hanya fokus pada keuntungan tanpa memikirkan dampaknya,” pungkasnya.
Desakan ini diperkirakan akan memantik perhatian publik, terutama bagi masyarakat Karawang dan wisatawan yang kerap mengunjungi Pantai Tanjung Pakis. Kini, publik menunggu langkah nyata dari pihak pengelola dan pemerintah untuk menjawab keresahan tersebut.


