
Karawang — Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan pertanian Dusun Bengle, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang disebut telah berjalan sejak akhir tahun 2025 itu dinilai janggal dan minim transparansi, lantaran hingga pekerjaan nyaris rampung, papan informasi proyek tak kunjung terpasang.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, jalan pertanian tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar kurang lebih 1,7 meter, dilengkapi turap di sisi kanan dan kiri. Namun ironisnya, masyarakat sekitar mengaku buta informasi terkait sumber anggaran, nilai proyek, hingga pihak pelaksana kegiatan.
“Yang jadi pertanyaan, ini proyek desa atau proyek pemerintah? Dari awal sampai hampir selesai tidak ada papan proyek sama sekali,” ujar seorang warga berinisial U saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).
Kondisi tersebut memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Apalagi, warga menyebut proyek ini sempat berganti pemborong hingga tiga kali, yang diduga menjadi penyebab lambannya penyelesaian pekerjaan. Meski demikian, pengerjaan tetap berlangsung dan bahkan dikebut hingga larut malam menjelang musim panen raya.
“Pekerjaannya jalan terus, sampai malam juga. Tapi kami sama sekali tidak tahu ini dananya dari mana dan nilainya berapa,” ungkap U.
Dari sisi petani, keberadaan Jalan Usaha Tani ini sejatinya sangat dibutuhkan untuk memperlancar akses angkut hasil panen. Namun pelaksanaan proyek yang berbarengan dengan musim panen sempat mengganggu aktivitas pertanian, meski tidak sampai memicu konflik terbuka.
“Petani sebenarnya mendukung. Tidak ada keributan atau penolakan. Tapi sejak awal tidak pernah ada penjelasan resmi ke kami,” ujar U.
Ia menegaskan, ketiadaan papan proyek bukan sekedar soal administrasi, melainkan menyangkut hak masyarakat atas informasi publik. Menurutnya, keterbukaan sangat penting agar warga mengetahui sumber dana, besaran anggaran, serta target dan kualitas pekerjaan.
“Kalau dari awal terbuka, masyarakat pasti lebih tenang. Kami ingin jalan ini cepat selesai dan benar-benar bermanfaat, bukan malah menimbulkan tanda tanya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait status proyek, sumber pendanaan, maupun nilai anggaran pembangunan Jalan Usaha Tani di Dusun Bengle tersebut.
Minimnya transparansi dalam proyek yang menggunakan atau diduga menggunakan uang negara ini pun memunculkan desakan agar pihak berwenang segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik, guna mencegah kecurigaan dan memastikan tata kelola pembangunan berjalan sesuai aturan.
Penulis: Alim

