Jeritan Pilu dari Negeri Orang: Lima WNI Mengaku Disiksa, Pemerintah Didesak Bertindak Cepat

0
Caption: Jeritan Pilu dari Negeri Orang: Lima WNI Mengaku Disiksa, Pemerintah Didesak Bertindak Cepat

ULASBERITA.CLICK – Tangis dan harapan bercampur dalam pengakuan lima warga negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Barat. Dari Libya, negeri tempat mereka bekerja, kelimanya mengaku menjadi korban penyiksaan, penipuan, hingga perlakuan tidak manusiawi. Dalam kondisi terdesak, mereka memohon pemerintah Indonesia segera turun tangan menyelamatkan.

“Kami warga negara Indonesia. Kami disiksa di sini, ya. Kami disiksa. Kami juga disiksa sama agen, Pak,” ungkap salah satu korban asal Jawa Barat dengan suara lirih penuh kepedihan.

Alih-alih meraih penghidupan lebih baik, keberangkatan kerja yang dijanjikan justru berubah menjadi mimpi buruk. Para korban mengaku mengalami penipuan hingga merugi sekitar 7.000 dolar AS. Lebih memprihatinkan, mereka menyebut kondisi kerja di rumah majikan jauh dari kata layak.

“Di sini kita ditipu… kita di rumah majikan tidak dapat perlakuan yang baik. Kita mengadu ke agensi, kita dipukul, kita diperlakukan tidak manusiawi,” tutur korban lainnya asal Jawa Barat.

Situasi kelima WNI tersebut kini disebut sangat mengkhawatirkan. Dua korban asal NTB mengaku telah berada di Libya selama lima hingga enam bulan tanpa kepastian nasib. Dalam kondisi sakit dan tanpa biaya, mereka hanya bisa memohon bantuan.

“Kami berdua di sini, Pak… kami orang NTB. Kami berdua sakit. Tolong bantu kami, Pak. Pulangkan kami. Kami enggak punya biaya,” kata mereka dengan nada putus asa.

Sementara itu, seorang korban dari Jawa Barat mengaku sempat disuntik dan hanya menerima bayaran sekitar Rp17 juta. Hingga kini, ia belum juga dipulangkan meski kondisi kesehatannya terus memburuk.

Ironisnya, para korban mengklaim sudah berupaya mencari pertolongan, termasuk mendatangi perwakilan Indonesia. Namun, mereka merasa belum mendapatkan solusi nyata untuk pemulangan.

“Tolong kami, Pak Dedi. Kami sangat memohon bantuan. Pulangkan ke tanah air Indonesia. Kami di sini enggak bisa pulang,” ucap mereka penuh harap.

Kasus ini kembali menampar keras sistem perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Dugaan praktik nakal agen penyalur kembali mencuat dan memicu kemarahan publik yang menuntut negara hadir melindungi warganya.

Kini, sorotan tajam tertuju pada langkah cepat pemerintah. Publik menunggu tindakan nyata sebelum jeritan lima anak bangsa ini berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang terlambat ditangani.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini