ULASBERITA.CLICK – Karawang kembali diguncang isu serius yang memantik kemarahan publik. Dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan besar mencuat ke permukaan, memicu reaksi keras dari kalangan aktivis hingga masyarakat yang mulai resah akan dampaknya.
Sekjen DPP LSM Gibas Jaya, Agus Basuki, angkat suara dengan nada tegas. Ia mengecam keras dugaan praktik yang dinilai telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga. Sorotan mengarah pada aktivitas industri di kawasan Pindo Deli 4, yang disebut-sebut bukan pertama kali terseret isu serupa.
“Ini bukan sekali dua kali. Kami mengutuk keras dugaan pencemaran ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegas Agus, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, persoalan ini bukan sekedar insiden sesaat, melainkan masalah berulang yang hingga kini belum ditangani secara tuntas. Ia menilai, ada pola pembiaran yang membuat dugaan pencemaran terus terjadi tanpa efek jera.
LSM Gibas Jaya pun mendesak aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk segera turun tangan dengan langkah konkret. Bukan sekedar inspeksi formalitas, melainkan tindakan tegas yang berujung pada sanksi nyata jika terbukti terjadi pelanggaran.
“Jangan hanya datang, cek, lalu hilang tanpa kejelasan. Publik butuh tindakan, bukan sandiwara penanganan,” sindirnya.
Agus juga mengingatkan, dampak pencemaran lingkungan tidak bisa dianggap remeh. Air yang tercemar berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, merusak ekosistem, hingga menghantam sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tumpuan hidup warga.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. LSM Gibas Jaya berkomitmen mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban dari pihak yang diduga terlibat.
“Kalau dibiarkan, ini bom waktu. Lingkungan rusak, masyarakat menderita. Kami akan terus kawal sampai tuntas,” ujarnya.
Kini, sorotan publik tertuju pada aparat dan pemerintah daerah. Akankah mereka bertindak cepat dan tegas? Atau kembali membiarkan dugaan pencemaran ini tenggelam tanpa kepastian?
Satu hal yang pasti, kepercayaan publik sedang dipertaruhkan.
Penulis: Alim


