Ketua IWOI Karawang Tegas: Jangan Kotori Profesi Wartawan dengan Sikap Arogan dan Tak Etis!

0
Caption: Ketua IWOI Karawang Tegas: Jangan Kotori Profesi Wartawan dengan Sikap Arogan dan Tak Etis!

KARAWANG – Pernyataan keras dilontarkan Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, yang menyoroti perilaku sebagian wartawan yang dinilai mulai melenceng dari etika profesi dan semangat berorganisasi. Ia menegaskan, wartawan sejati bukan hanya pandai menulis berita, tetapi juga wajib menjaga moralitas, profesionalisme, dan kehormatan organisasi.

“Berorganisasi itu bukan hanya soal kumpul-kumpul atau kebersamaan, tapi soal tanggung jawab, disiplin, dan komitmen terhadap aturan. Tidak boleh ada anggota yang merasa lebih tinggi dari organisasi, apalagi bertindak di luar koridor yang sudah disepakati,” tegas Syuhada, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, IWOI bukan sekedar wadah kumpulan wartawan, melainkan lembaga pembinaan yang menegakkan etika profesi dan integritas jurnalis. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab moral menjaga marwah organisasi serta kepercayaan publik terhadap media.

“Wartawan IWOI harus profesional, faktual, dan berimbang dalam berkarya. Jangan sampai karya jurnalistik justru menimbulkan kegaduhan atau mencoreng nama baik organisasi,” ujarnya.

Dalam pernyataannya yang menohok, Syuhada juga menegaskan bahwa IWOI Karawang tidak akan mentolerir sikap arogan atau tindakan yang bisa merusak nama baik organisasi. Ia mengingatkan agar setiap anggota mampu menahan diri, menghormati pimpinan, serta menyelesaikan persoalan secara musyawarah, bukan dengan drama publik.

“Kita ini keluarga besar. Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik melalui mekanisme organisasi. Jangan jadikan media atau media sosial sebagai arena menyerang sesama. Itu mencoreng profesi kita sendiri,” tegasnya.

Syuhada juga menyoroti tantangan besar dunia jurnalistik di era digital, di mana kecepatan sering kali mengorbankan akurasi. Ia menekankan, wartawan harus tetap menjunjung tinggi prinsip ‘cepat boleh, tapi akurat harus’.

“Profesi wartawan adalah profesi mulia. Jangan dikotori dengan perilaku tidak etis, baik di media maupun di luar media. Wartawan Karawang, khususnya IWOI, harus jadi contoh, cerdas, santun, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Pernyataan tegas Syuhada ini langsung menuai respons beragam di kalangan insan pers. Banyak yang menilai langkahnya sebagai peringatan keras bagi jurnalis yang abai terhadap etika organisasi dan kode etik profesi. Namun sebagian pihak juga menilai, pernyataan tersebut menjadi momentum penting untuk membersihkan dunia jurnalistik dari oknum yang mencederai integritas pers.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini