
Karawang – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap tokoh agama Ustadz FT di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, terus menjadi sorotan tajam publik. Di tengah derasnya reaksi masyarakat, Ketua Ormas BPPKB Banten DPAC Tirtajaya, Nurjamil alias Alex, akhirnya angkat bicara.
Dengan raut serius dan nada penuh keprihatinan, Alex menilai peristiwa tersebut bukan sekedar tindak kriminal biasa, melainkan cerminan lunturnya nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Saya sebagai Ketua Ormas BPPKB Banten DPAC Tirtajaya dan sebagai warga Tirtajaya sangat menyayangkan terjadinya pengeroyokan kepada Ustadz FT,” tegas Alex, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, aksi main hakim sendiri dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan. Ia menegaskan bahwa emosi massa yang tidak terkendali justru memperkeruh situasi dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas.
Tak berhenti pada pernyataan sikap, Alex juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tanpa kompromi. Ia meminta agar kasus ini diusut secara tuntas hingga para pelaku benar-benar diproses hukum.
“Saya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sampai selesai dan sampai tertangkap pelakunya,” lanjutnya.
Pernyataan Alex dinilai mewakili kegelisahan warga Tirtajaya yang menginginkan keadilan ditegakkan secara adil dan transparan. Di tengah riuhnya opini publik dan spekulasi liar di media sosial, masyarakat kini menggantungkan harapan pada aparat hukum.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras: praktik main hakim sendiri masih menjadi ancaman nyata. Di satu sisi, publik haus keadilan. Namun di sisi lain, cara yang ditempuh justru melanggar hukum dan merusak tatanan sosial.
Kini publik menunggu, akankah hukum benar-benar berdiri tegak, atau kembali kalah oleh ledakan emosi massa?
Penulis: Alim

