
Karawang — Aroma dugaan penyimpangan proyek revitalisasi dan rehabilitasi sekolah dasar di Kabupaten Karawang kian menyengat. Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, H. Darwis, angkat bicara lantang menyoroti adanya indikasi pelanggaran spesifikasi teknis (spek) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada sejumlah proyek yang menggunakan dana dari kementerian.
“Banyak proyek sekolah di Karawang yang diduga tidak sesuai spek dan RAB. Hampir merata, khususnya pada bagian genteng baja ringan (bajaringan) yang kualitasnya tidak memenuhi standar SNI,” tegas H. Darwis, Sabtu (1/11/2025).
Ia menilai program yang seharusnya membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan justru rawan dijadikan ajang bancakan oleh oknum tertentu. “Diduga kuat program tersebut telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya geram.
Lebih jauh, H. Darwis mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah penerima program. “Kami meminta aparat hukum turun langsung ke lapangan. Jangan sampai ini dibiarkan jadi bancakan oknum,” serunya.
Ia juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, khususnya di bidang Pendidikan Dasar (Dikdas). “Kabid Dikdas, Yanto, harus ikut meng-crosscheck pekerjaan di lapangan agar kualitas dan kuantitas pembangunan sesuai dengan yang direncanakan,” tandasnya.
Beberapa sekolah yang disebut oleh H. Darwis diduga bermasalah antara lain SDN Manggung Jaya 1, SDN Sukajaya 3, SDN Langgengsari 2, SDN Sukajaya 1, SDIT As-Sunnah (yang bahkan tidak memiliki papan proyek), SDN Kiara 3, SDN Pasir Kaliki 2, SDN Karya Makmur 2, dan SDN Cemara 1.
Selain meminta pengawasan ketat dari aparat, H. Darwis juga memberikan imbauan keras kepada para kepala sekolah penerima bantuan agar tidak abai dalam pelaksanaan proyek. “Bagi kepala sekolah penerima bantuan, tolong pastikan pekerjaan sesuai dengan RAB dan standar SNI. Jangan hanya diam, tapi buktikan tanggung jawab di lapangan,” pesannya tegas.
Di akhir pernyataannya, H. Darwis mengingatkan agar semua pihak menjaga integritas dan tidak menjadikan dunia pendidikan sebagai lahan untuk memperkaya diri. “Pendidikan adalah masa depan anak bangsa. Jangan dirusak oleh oknum yang tamak,” pungkasnya.
Penulis: Alim

