
Bandung — Klarifikasi Puskesmas Paseh yang sebelumnya membantah keberadaan oknum berinisial IP kini mendapat respons keras. Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (LKPK-PANRI) Jawa Barat justru menyebut sosok berinisial IP itu memang ada di wilayah Kecamatan Paseh.
Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Bejo Suhendro, perwakilan LKPK-PANRI Jawa Barat, yang menilai polemik ini terjadi karena kekeliruan memahami lokasi fasilitas kesehatan.
Menurut Bejo, di Kecamatan Paseh terdapat dua puskesmas berbeda, sehingga publik perlu jeli membedakan.
“Sebenarnya yang berinisial IP itu ada di puskesmas wilayah Kecamatan Paseh. Permasalahannya ada dua puskesmas di Kecamatan Paseh,” tegasnya, Kamis (26/2/2026).
Dua Puskesmas, Satu Polemik
Bejo memaparkan bahwa:
• Puskesmas Paseh berada di Desa Cipaku
• Puskesmas lainnya berada di Desa Cipedes
Ia menekankan, oknum berinisial IP yang disorot berada di puskesmas wilayah Kecamatan Paseh yang berlokasi di Desa Cipedes, bukan di fasilitas yang berada di Cipaku.
“Jadi yang namanya inisial IP itu ada di puskesmas Kecamatan Paseh yang ada di Desa Cipedes,” ujarnya.
Publik Makin Curiga
Pernyataan ini langsung memanaskan kembali isu dugaan pungli PKL yang sebelumnya sempat mereda setelah bantahan dari Puskesmas Paseh.
Di ruang publik, muncul dua arus kuat:
• Sebagian menilai klarifikasi awal terlalu cepat menutup isu
• Sebagian lain meminta bukti konkret agar polemik tidak menjadi fitnah
Namun satu hal pasti: bola panas kini bergeser ke puskesmas yang disebut berada di Desa Cipedes.
Desakan Transparansi Menguat
LKPK-PANRI Jawa Barat mendorong agar persoalan ini tidak berhenti pada saling bantah. Mereka menilai perlu ada penelusuran terbuka dan audit menyeluruh untuk memastikan ada tidaknya praktik pungli terhadap mahasiswa PKL.
Jika tidak ditangani transparan, kasus ini dikhawatirkan akan semakin menggerus kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan tingkat pertama.
Polemik belum usai, publik kini menunggu: siapa yang benar, dan siapa yang harus bertanggung jawab?
Red

