KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Proyek drainase di Jalan Raya Lamaran, Karawang, memantik kemarahan warga dan pelaku usaha. Sudah lebih dari dua pekan dikerjakan, namun proyek yang berada di dekat flyover Lamaran itu tak kunjung rampung dan justru menyisakan galian terbuka yang membahayakan warga serta melumpuhkan roda ekonomi lokal.
Sejumlah ruko terpaksa tutup sementara. Aktivitas usaha terhenti total. Genangan air dan tumpukan material menutup akses ke deretan toko, membuat pelanggan enggan mendekat. Pemilik usaha menanggung rugi ganda tak ada pemasukan, sementara biaya operasional seperti sewa dan gaji karyawan tetap berjalan.
“Sewa ruko tetap jalan, gaji karyawan juga harus dibayar. Tapi penghasilan berhenti total karena proyeknya mangkrak, Pak” keluh seorang pelaku usaha kepada ulasberita.click, Kamis malam (10/7/2025).
Kondisi proyek yang dibiarkan terbengkalai ini makin menyulut kekesalan warga. Apalagi, proyek serupa di lokasi lain sudah rampung. Di Lamaran, justru tak tampak tanda-tanda penyelesaian. Galian menganga di tepi jalan, membahayakan pejalan kaki dan memperparah kemacetan.
Warga menilai kelambanan ini bukan sekadar keteledoran teknis, tapi bentuk nyata dari kelalaian dan ketidakprofesionalan. Mereka menuntut pemerintah daerah dan pihak kontraktor bertanggung jawab, menyelesaikan proyek secara tuntas, dan memulihkan akses usaha yang terganggu.
“Ini bukan sekadar proyek, ini soal keberlangsungan usaha kami. Pemerintah harus tanggap, jangan sampai warga terus jadi korban,” tegas salah satu pemilik toko.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun kontraktor terkait penyebab keterlambatan ataupun target penyelesaiannya. Ketidakjelasan inilah yang makin memperdalam frustrasi warga dan pengusaha setempat.
Penulis: Alim


