Panas di Banyusari! Diduga Ketua Umum PJN Sebut Wartawan “Pengemis”, Insan Pers Murka

0
Caption: Panas di Banyusari! Diduga Ketua Umum PJN Sebut Wartawan “Pengemis”, Insan Pers Murka

Karawang – Kegaduhan besar mengguncang wilayah Kecamatan Banyusari, menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan Yudhy Elwahyu yang mengaku sebagai Ketua Umum Persatuan Jurnalis Nusantara (PJN). Ucapan yang dinilai merendahkan profesi wartawan itu langsung memantik kemarahan dan reaksi keras dari kalangan insan pers.

Insiden tersebut terjadi dalam sebuah pertemuan di kantor PJN di Desa Pamekaran, Minggu (15/3/2026) malam. Pertemuan yang awalnya bertujuan mencari klarifikasi justru berubah menjadi ajang perdebatan panas antara Yudhy dan para kepala desa se-Banyusari.

Menurut keterangan Gunawan, yang akrab disapa Kong Iwan, situasi memanas saat Yudhy tiba-tiba melontarkan pernyataan yang dianggap menghina profesi wartawan.

“Dia menyebut wartawan itu pengemis. Bahkan membandingkan dirinya yang tidak pernah meminta-minta ke desa, sementara wartawan lain disebut datang ke desa seperti pengemis,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).

Ucapan tersebut sontak mengejutkan semua pihak yang hadir, termasuk para jurnalis lain seperti Rohman. Bagi mereka, pernyataan itu bukan sekedar tidak pantas, tetapi telah mencederai martabat profesi jurnalistik.

Gunawan menegaskan, dirinya tidak bisa menerima penghinaan tersebut, terlebih disampaikan oleh sosok yang juga mengaku bagian dari dunia pers.

“Ini bukan hanya soal pribadi, tapi menyangkut marwah profesi. Seharusnya saling menghargai, bukan justru merendahkan,” tegasnya.

Pernyataan Yudhy juga dibenarkan oleh sejumlah kepala desa yang hadir. Mereka mengaku mendengar langsung ucapan tersebut dan merasa heran atas sikap yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang insan pers.

Salah satu kepala desa menegaskan, pihaknya selama ini justru memandang wartawan sebagai mitra strategis dalam pembangunan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Kami tidak pernah menganggap wartawan itu pengemis. Media itu mitra kami. Kami juga kaget kenapa bisa keluar pernyataan seperti itu,” ujarnya.

Kasus ini pun langsung menyulut keprihatinan luas di kalangan jurnalis, khususnya di wilayah Kabupaten Karawang. Desakan agar Yudhy segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf pun menguat.

Hingga berita ini diturunkan, Yudhy Elwahyu belum memberikan pernyataan resmi. Namun polemik ini dipastikan menjadi sorotan serius, karena dinilai menyangkut kehormatan dan integritas profesi wartawan yang tidak bisa dianggap remeh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini