KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Cakradireja Perum PDK, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, diduga dikerjakan asal-asalan. Dari pantauan di lokasi pada Kamis (10/7/2025), genangan air tampak memenuhi area proyek, tanpa ada upaya pengeringan terlebih dahulu sebagaimana mestinya dalam prosedur teknis.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Aspirasi Luhur ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp188.963.000,00 dengan panjang saluran 64,80 meter dan ukuran 0,80 x 0,80 meter (U-Ditch). Dana pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang Tahun 2025.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar pelaksanaan. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya progres pembangunan.
“Sudah dua minggu, Kang, tidak ada yang kerja. Kami awalnya bersyukur ada pembangunan ini, tapi kalau begini caranya malah merugikan. Rumah kami terganggu, jalan sempit, dan air jadi terhambat,” keluh warga tersebut.
Lebih jauh, warga itu juga menyayangkan proses pekerjaan yang terkesan serampangan. Ia menyoroti bahwa tidak ada upaya pengeringan dasar saluran sebelum pemasangan U-Ditch dilakukan.
“Lihat saja sendiri, bawahnya cuma air yang menggenang, nggak ada pasir, nggak ada pengeringan. Asal pasang saja. Padahal kan seharusnya sesuai spek teknis,” ungkapnya kecewa.

Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan pengawasan dari pihak terkait. Menurut warga, sampai berita ini ditulis, tidak pernah terlihat adanya pengawas dari Dinas PUPR bidang Sumber Daya Air (SDA) yang turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Alhamdulillah, sampai sekarang saya belum pernah lihat pengawas turun ke lokasi. Kalau ada, saya mau bicara langsung. Sayang anggarannya kalau kerjanya kayak begini,” tegasnya.
Tumpukan tanah dan batu hasil galian yang dibiarkan begitu saja di pinggir jalan juga dinilai membahayakan dan berpotensi menyebabkan banjir.
“Apa sih kerja pengawas SDA? Masa pekerjaan molor dua minggu, dibiarkan saja? Kalau pemborongnya nggak punya dana, ya jangan main-main dengan proyek publik. Warga sangat dirugikan,” ucapnya dengan nada tinggi.
Warga pun mendesak agar pekerjaan segera diselesaikan dan pengawasan diperketat. Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan aksi protes ke kantor Dinas PUPR Kabupaten Karawang.
“Kalau dibiarkan terus begini, kami akan demo ke kantor PUPR, khususnya bidang SDA. Ini bukan cuma soal estetika, tapi sudah mengganggu lingkungan dan bisa sebabkan banjir,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak pelaksana dari CV Aspirasi Luhur maupun mandor lapangan belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.
Penulis: Alim


