
Karawang – Dentuman semangat dan teriakan penuh optimisme menggema di halaman rumah Bapak Nanung, RT 34 RW 07, Dusun Warudoyong Utara, Desa Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang. Di bawah langit cerah Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), puluhan pemuda Warudoyong bersatu dalam satu tekad: membangkitkan semangat generasi muda lewat deklarasi Forum Pemuda Warudoyong Bersatu (FPWB).
Acara sederhana namun penuh makna itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, serta pemuda dari Warudoyong Utara dan Selatan. Mereka datang bukan sekedar menyaksikan seremoni, melainkan sebuah momen lahirnya gerakan baru yang menggugah: pemuda turun tangan membangun desanya sendiri.
Di tengah sorak semangat hadirin, Ken Warman, atau yang akrab disapa Aken, tampil percaya diri di podium. Dengan suara lantang, ia menegaskan bahwa FPWB bukan simbol, melainkan aksi.
“Hari ini bukan sekedar deklarasi, tapi awal dari kebangkitan pemuda Warudoyong! Bertepatan dengan Hari Pahlawan, mari kita buktikan bahwa semangat perjuangan itu masih hidup dalam diri kita,” seru Aken disambut tepuk tangan meriah.
Menurutnya, FPWB lahir dari kesadaran kolektif bahwa pemuda tidak bisa terus diam menunggu perubahan. Justru, merekalah yang harus menjadi motor penggerak pembangunan.
“Pemuda bukan hanya pewaris masa depan, tapi penggerak hari ini. Kita punya tanggung jawab sosial untuk membawa perubahan mulai dari lingkungan kita sendiri,” tegas Aken.
Visi dan Misi FPWB: Dari Aksi Sosial Hingga Kemandirian Ekonomi
Dalam deklarasi tersebut, Aken memaparkan visi besar FPWB:
Mewujudkan pemuda Warudoyong yang bersatu, mandiri, kreatif, dan berdaya guna bagi masyarakat serta menjadi pelopor dalam membangun lingkungan yang maju, aman, dan sejahtera.
Adapun misinya mencakup berbagai langkah konkret:
1. Menguatkan solidaritas pemuda melalui kegiatan sosial, olahraga, dan kemasyarakatan.
2. Menggalakkan kepedulian lingkungan lewat gerakan kebersihan, pengelolaan sampah, dan penghijauan.
3. Mendorong kemandirian ekonomi pemuda dengan mendukung UMKM, home industri, dan kewirausahaan lokal.
4. Menumbuhkan kesadaran keamanan lingkungan dengan sinergi antara masyarakat dan aparat.
5. Menjadi wadah aspirasi pemuda agar setiap ide dan potensi dapat tersalurkan secara positif.
Aken berharap FPWB dapat menjadi motor perubahan nyata, bukan sekedar tempat berkumpul tanpa arah.
“Kami ingin FPWB menjadi energi baru bagi masyarakat, bukan cuma bicara tapi bergerak. Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam membangun Rengasdengklok Selatan yang lebih baik,” ujarnya penuh keyakinan.
Dari Warudoyong untuk Karawang
Deklarasi FPWB disambut antusias oleh warga dan para aparat yang hadir. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai awal kebangkitan pemuda Karawang dari akar rumput. Dari kampung kecil di Warudoyong, kini muncul semangat baru yang bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
“Kalau bukan pemuda yang bergerak, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” seru Aken menutup pidatonya dengan ajakan penuh semangat.
Dengan gema sorakan “Pemuda Warudoyong Bersatu!”, acara ditutup dengan penuh haru dan optimisme. FPWB kini resmi berdiri, membawa harapan baru bagi desa, dan menyalakan kembali bara semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Karawang.
Warudoyong tidak lagi sekedar dusun kecil di Rengasdengklok, tapi kini menjadi simbol kebangkitan pemuda yang siap membawa perubahan.
Penulis: Alim

