Pentas Seni Pancawaluya SMAN 5 Karawang, Ruang Ekspresi Siswa Asah Bakat dan Lestarikan Budaya

0
Caption: Pesta Seni Pancawaluya SMAN 5 Karawang, Ruang Ekspresi Siswa Asah Bakat dan Lestarikan Budaya

Karawang – Suasana SMA Negeri 5 Karawang berubah semarak dengan gelaran Pentas Seni Pancawaluya yang berlangsung selama empat hari. Kegiatan kokurikuler ini menjadi panggung ekspresi bagi seluruh siswa kelas X, XI, dan XII untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni dan budaya.

Kepala SMA Negeri 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan Pentas Seni Pancawaluya merupakan wadah implementasi pembelajaran intrakurikuler yang dikemas dalam bentuk kegiatan kokurikuler di luar kelas.

“Melalui kegiatan ini, kompetensi yang diperoleh siswa di dalam pembelajaran dapat diaplikasikan secara nyata. Pentas Seni menjadi ruang eksplorasi potensi siswa yang berkaitan langsung dengan pembelajaran,” ujar Epul, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan berbagai mata pelajaran lintas disiplin, seperti Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Informatika, serta mata pelajaran lainnya yang relevan. Seluruh rangkaian acara selama empat hari dipusatkan pada Pentas Seni Pancawaluya sebagai bentuk pembelajaran kontekstual dan menyenangkan.

Epul berharap, melalui kegiatan ini akan lahir bakat-bakat baru dari para siswa, baik di bidang seni maupun bidang lain yang terintegrasi dengan pembelajaran. “Potensi siswa perlu difasilitasi dan dikembangkan, khususnya kreativitas dan seni yang menjadi bagian penting dari pembentukan karakter,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMA Negeri 5 Karawang, Muhammad Naufal Arrasyid, menuturkan bahwa Pentas Seni Pancawaluya juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah, khususnya nilai-nilai Panca Waluya yang lekat dengan budaya Jawa Barat.

“Pentas seni ini kami rancang untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kebudayaan. Ada berbagai lomba kesenian seperti tembang sindir berbahasa Sunda, tari tradisional, lomba vokal duet, hingga penampilan band,” ungkap Naufal.

Menurutnya, setiap jenjang kelas menampilkan kesenian yang berbeda, mulai dari tari rampak, tari Jaipong, hingga tarian tradisional lainnya. Puncak kegiatan pada hari keempat dimeriahkan dengan penampilan band dari ekstrakurikuler SMA Negeri 5 Karawang yang dikenal berprestasi di berbagai ajang.

“Kami melihat banyak siswa SMAN 5 Karawang memiliki potensi besar di bidang non-akademik, terutama kesenian. Karena itu OSIS berinisiatif menyediakan wadah kompetisi sekaligus apresiasi agar bakat mereka dapat tampil dan dihargai,” jelasnya.

Naufal berharap kegiatan seni seperti ini terus mendapat ruang di lingkungan sekolah. “Kesenian tidak boleh hilang dari budaya kita. Harapannya, Pentas Seni Pancawaluya bisa menjadi agenda berkelanjutan dan terus berkembang ke depannya,” pungkasnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini