Pernyataan Keprihatinan Pendiri Kampus atas Kondisi UNSIKA

0
Caption: Pernyataan Keprihatinan Pendiri Kampus atas Kondisi UNSIKA

Karawang — Kampus sejatinya adalah kawah candradimuka, tempat menempa calon intelektual dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Di sanalah nilai moralitas, etika, dan kecendekiaan dijaga sebagai marwah institusi. Karena itu, sangat disayangkan apabila citra tersebut tercoreng oleh sikap yang dinilai tidak mencerminkan semangat akademik.

Sebagai salah satu pendiri Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Drs. Saleh Effendi, MBA menyampaikan keprihatinan mendalam atas dinamika yang berkembang di internal kampus, khususnya terkait dugaan sikap arogan oknum pejabat yang menjabat sebagai Kepala Hubungan Masyarakat (Humas).

Menurutnya, civitas academica UNSIKA terdiri dari insan-insan terpelajar dan intelektual yang seharusnya menjunjung tinggi etika komunikasi, terlebih dalam berinteraksi dengan publik dan insan pers. Peran Humas bukan sekedar jabatan administratif, melainkan garda terdepan dalam membangun citra, transparansi informasi, serta komunikasi dua arah antara kampus dan masyarakat.

“Di era global, transparansi informasi adalah keniscayaan. Pengelolaan komunikasi publik harus dilakukan secara profesional dan berwibawa. Jangan sampai justru mencederai kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan bahwa media dan jurnalis memiliki peran strategis dalam ekosistem demokrasi dan pendidikan. Mengabaikan, meremehkan, atau bahkan merendahkan profesi jurnalis dinilai sebagai langkah yang tidak bijak dan kontraproduktif bagi institusi pendidikan tinggi.

Atas kondisi yang berkembang, ia merekomendasikan agar pimpinan universitas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat yang dinilai gagal menjalankan fungsi komunikasi publik secara proporsional.

“Jika memang terbukti tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, sebaiknya dilakukan evaluasi dan penempatan figur yang lebih berpengalaman, berwibawa, dan memahami tata kelola komunikasi publik. Jabatan strategis tidak boleh menjadi ajang coba-coba,” tegasnya.

Sebagai pendiri kampus, ia mengaku prihatin melihat dinamika yang berpotensi merusak reputasi institusi yang dibangun dengan semangat perjuangan dan idealisme.

“UNSIKA dibangun dengan cita-cita besar untuk mencetak generasi unggul. Jangan sampai nilai-nilai luhur itu luntur oleh sikap yang tidak mencerminkan kedewasaan akademik,” pungkasnya.

Pernyataan ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi momentum introspeksi bagi seluruh jajaran agar marwah kampus tetap terjaga sebagai rumah ilmu dan integritas.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini