PETI Diduga Dikendalikan “Puddin” Tetap Beroperasi di Tengah Bencana, Jalan Usaha Tani Warga Ampung Padang Rusak Parah

0
Caption: PETI Diduga Dikendalikan “Puddin” Tetap Beroperasi di Tengah Bencana, Jalan Usaha Tani Warga Ampung Padang Rusak Parah

Mandailing Natal — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga kuat dikendalikan oleh seorang pelaku bernama “Puddin” kembali memantik kemarahan publik. Di tengah kondisi bencana alam yang melanda wilayah Kecamatan Batang Natal, kegiatan tambang ilegal ini justru dilaporkan terus beroperasi dan menyebabkan kerusakan parah jalan usaha tani milik masyarakat Desa Ampung Padang, Kabupaten Mandailing Natal.

Jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas pertanian warga kini hancur akibat intensitas lalu lintas alat berat dan kendaraan pengangkut material tambang. Dampaknya bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi petani, tetapi juga memperparah penderitaan masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: di mana peran negara ketika rakyat dirugikan secara terang-terangan?

Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menyebut aktivitas PETI tersebut sebagai kejahatan lingkungan yang tidak dapat ditoleransi.

“Kami mengecam keras aktivitas PETI yang dilakukan oleh Puddin. Di saat masyarakat sedang tertimpa bencana, justru masih ada oknum yang mementingkan keuntungan pribadi dengan merusak lingkungan dan fasilitas umum seperti jalan usaha tani,” tegas Muhammad Saleh, Senin (15/12/2025).

Ia juga menyoroti lemahnya penegakan hukum yang membuat aktivitas PETI seolah kebal dari sentuhan aparat, meski dampak kerusakan sudah nyata dirasakan masyarakat.

“SATMA AMPI Madina mendesak aparat penegak hukum, baik Polres Madina maupun Polda Sumatera Utara, untuk segera menghentikan aktivitas PETI ini dan menindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tambahnya.

Menurut Saleh, pembiaran terhadap PETI bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan warga, kelestarian lingkungan, dan masa depan daerah. Jika terus dibiarkan, kerusakan ekologis dan konflik sosial dikhawatirkan akan semakin meluas.

SATMA AMPI Mandailing Natal menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka menyatakan siap mengawal kasus ini secara berkelanjutan, termasuk menempuh pelaporan resmi hingga aksi unjuk rasa, apabila aparat berwenang tidak segera mengambil tindakan nyata.

Kerusakan lingkungan, hancurnya infrastruktur desa, serta penderitaan masyarakat akibat PETI harus menjadi alarm keras bagi semua pihak. Mandailing Natal tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir orang. Penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan kini ditunggu publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini