PMI Karawang Mengaku Diteror Majikan Polisi di Al Wakra: “Diancam Dipenjara & Diblacklist”

0
Caption: PMI Karawang Mengaku Diteror Majikan Polisi di Al Wakra: “Diancam Dipenjara & Diblacklist”

ULASBERITA.CLICK — Jeritan minta tolong datang dari luar negeri. Ani Susiani (34), pekerja migran asal Dusun Jatitengah, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengaku mengalami tekanan psikologis hingga ancaman hukum saat bekerja di wilayah Al Wakrah, Qatar.

Ia tidak hanya berkonflik dengan rekan kerja sesama pekerja rumah tangga asal Filipina, tetapi juga mengaku diintimidasi majikan yang disebut-sebut seorang polisi.

Diadu Domba, Lalu Disidang Majikan

Ani menuturkan, sejak awal bekerja ia kerap dilaporkan oleh rekannya.

“Saya kerja berdua sama orang Filipina. Dia suka ngadu. Habis ngadu, saya yang dimarahin,” ujarnya, Selasa (17/2/2026)..

Situasi makin panas ketika rekannya memancing pembicaraan soal pekerja yang kabur dari rumah majikan.

“Dia bilang dulu banyak pembantu kabur. Saya jawab saya juga takut. Tapi malah dilaporin lagi katanya saya mau pulang ke kantor,” kata Ani.

Akibat laporan itu, Ani dipanggil dan dimarahi majikan. Ia kemudian meminta dipulangkan ke kantor penyalur, namun respons yang diterima justru mengejutkan.

“Orang kantor bilang enggak ada yang balik ke kantor. Di situ aja kerja,” tuturnya.

Ancaman Penjara & Blacklist

Tekanan meningkat ketika majikan mengaku aparat kepolisian.

“Majikan bilang kalau saya pulang ke kantor, saya dibawa ke kantor polisi. Mau dipenjarakan dan di-blacklist semua negara,” ungkapnya.

Ancaman itu membuat Ani ketakutan hingga akhirnya memutuskan keluar dari rumah majikan.

Tanpa Uang, Tanpa Kartu SIM

Keadaan Ani setelah keluar semakin memprihatinkan. Ia tidak memegang uang, kartu SIM tidak aktif, bahkan nyaris tidak bisa berkomunikasi.

“HP saya enggak ada kartunya. Untung ada yang nolongin kasih WiFi hotspot,” katanya.

Ia mengaku sebelumnya sudah mencoba meminta penjemputan ke pihak kantor, namun koordinasi terhambat karena keterbatasan komunikasi.

“Kalau dari awal ditanggapi, saya enggak akan keluar kayak gini,” ujarnya penuh penyesalan.

Alarm Baru Perlindungan PMI

Kasus ini kembali memantik pertanyaan publik: mengapa pekerja migran yang meminta dipulangkan justru ditolak, dan malah menghadapi ancaman kriminalisasi?

Pengakuan Ani menambah daftar laporan dugaan intimidasi terhadap PMI di luar negeri: konflik internal pekerja, minim respons penyalur, hingga ancaman hukum dari majikan.

Kini satu harapan tersisa: ada pihak berwenang yang benar-benar turun tangan sebelum situasi berubah menjadi tragedi.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini