
KARAWANG – Polemik proyek pembangunan MCK di SDN Pancakarya 1, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, terus bergulir. Setelah sebelumnya muncul dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dalam pemasangan sambungan besi (stek) tiang kolom, kini publik menyoroti langkah perbaikan yang dinilai hanya dilakukan “setengah hati”.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Karawang, Yanto, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan konsultan pengawas turun langsung ke lapangan.
“Saya langsung nyuruh konsultan pengawas ke lapangan, mengecek, dan meminta agar pengawasan lebih teliti,” tegas Yanto, Selasa (28/10/2025).
Namun fakta di lapangan menimbulkan tanda tanya besar. Dalam video yang diterima redaksi dari pihak Disdikpora, tampak hanya satu titik sambungan besi stek yang akan dibongkar dan diganti sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), sementara beberapa titik lainnya tetap menggunakan besi berdiameter 8 mm.
Satgas Maung KDM: “Perbaikan Tidak Cukup Hanya di Satu Titik”
Temuan ini langsung mendapat sorotan dari Satgas Maung Kang Dedi Mulyadi (KDM) Jawa Barat. Ketua Satgas, Urta Sutawijaya alias Kang Tholay, menilai langkah perbaikan yang dilakukan kontraktor tidak menyentuh akar persoalan.
“Kalau memang pemasangan besi stek akan dibongkar, maka selayaknya pondasi juga harus diperiksa ulang. Tata letak batu kali dasar pondasi yang tidak digelar pasir semen mestinya dibongkar ulang, dan kedalaman galian pondasi pun harus dikroscek kembali,” tegasnya.
Kang Tholay menegaskan, kritik yang disampaikan pihaknya bukan untuk menjatuhkan siapa pun, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap mutu pembangunan infrastruktur pendidikan.
“Kami hanya ingin hasil pembangunan benar-benar kokoh, kuat, dan berkualitas. Jangan sampai pekerjaan asal-asalan, apalagi menyangkut fasilitas publik seperti sekolah,” ujarnya.
Nilai Proyek Rp165 Juta, Disdikpora Janji Awasi Ketat
Proyek pembangunan MCK di SDN Pancakarya 1 ini dikerjakan oleh CV. Hikmah Saluyu Putra dengan nilai kontrak lebih dari Rp165 juta. Disdikpora Karawang berjanji akan terus melakukan pemantauan hingga proyek selesai, dan tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran teknis dalam pelaksanaannya.
Catatan Redaksi:
Kasus ini menjadi alarm serius bagi seluruh pelaksana proyek pendidikan di Kabupaten Karawang. Setiap rupiah dari uang rakyat harus diwujudkan dalam hasil pekerjaan yang bermutu dan transparan, bukan sekedar formalitas pembangunan. Integritas dan pengawasan ketat menjadi kunci agar fasilitas publik benar-benar memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Penulis: Alim

