Karawang – Program pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di SMPN 2 Kutawaluya, Kabupaten Karawang, telah berjalan sejak Senin (27/10/2025). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa agar lebih siap dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Dadang, perwakilan dari SMPN 2 Kutawaluya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung selama lebih dari satu minggu. “Kita mulai dari minggu kemarin, hari Senin tanggal 27. Jadi sudah sekitar seminggu lebih berjalan,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, program ini menyasar seluruh siswa yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah. “Jumlah siswa kita 715 orang,” jelas Dadang.
Sementara jumlah tenaga pendidik dan staf tata usaha (TU) di sekolah tersebut mencapai sekitar 40 orang.
Meski makanan disiapkan khusus untuk siswa, pihak sekolah memiliki kesepakatan untuk memanfaatkan makanan yang tersisa apabila ada siswa yang berhalangan hadir. “Kalau ada siswa yang tidak hadir, makanannya tidak dikembalikan, tapi dimanfaatkan di sekolah sesuai kesepakatan dalam MoU,” katanya.
Terkait menu, Dadang menyebut bahwa hidangan yang disajikan cukup bervariasi. “Dari awal kebanyakan ayam, tapi cara masaknya berbeda-beda, kadang dimasak kuning, kadang kecap. Kita juga pernah satu kali pakai telur. Untuk sayurnya ada wortel dan sayur hijau, sedangkan buahnya berganti, kadang pisang, kadang jeruk,” paparnya.
Hingga saat ini, tidak ada keluhan berarti dari para siswa. “Alhamdulillah, tidak ada keluhan. Anak-anak merasa puas. Hanya saja, ada sebagian siswa laki-laki yang merasa porsinya kurang karena memang makanannya sudah diatur sesuai ketentuan,” ujar Dadang sambil tersenyum.
Pembagian makanan biasanya dilakukan setelah jam istirahat sekitar pukul 09.00. Meski beberapa siswa sempat membeli jajanan lebih dulu, sebagian besar tetap menantikan jatah makan siang dari program tersebut.
Dadang berharap program ini dapat terus berjalan lancar dan berkelanjutan. “Mudah-mudahan ke depannya sesuai rencana dan di wilayah kita tidak ada kejadian yang tidak diinginkan seperti di daerah lain. Sejauh ini aman,” tuturnya.
Selain pihak sekolah, pemantauan terhadap program MBG juga dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk dari kecamatan, Puskesmas, dan TNI. “Mereka datang memantau, terutama soal menu. Kalau ada makanan yang kurang layak atau berbau, kami diimbau untuk segera menolak dan melapor. Tapi sejauh ini aman,” pungkas Dadang.
Penulis: Alim


