KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Sejumlah warga Dukuh RT 07/RW 02, Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mengeluhkan pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase yang dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Meski tampak rapi di permukaan, warga menilai kualitas pekerjaan di bawah permukaan jauh dari harapan.
Menurut warga, kedalaman galian tidak seragam dan berpotensi mengganggu fungsi saluran air. “Ada yang dalam, ada yang dangkal. Harusnya kan ada ukuran standar biar aliran air lancar,” ujar seorang warga saat ditemui di lokasi proyek, Senin (28/7).
Warga khawatir, ketidakteraturan itu justru memperparah masalah banjir. Saluran yang terlalu tinggi disebut bisa menyebabkan air menggenang kembali ke jalan. “Airnya bisa naik ke jalan karena salurannya terlalu tinggi. Jadi bukannya mengatasi genangan, malah bikin genangan baru,” tambah warga lainnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan pengerjaan di sejumlah titik masih terlihat belum maksimal, terutama di sisi pinggir jalan. Warga menduga hal ini terjadi karena pekerjaan dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat. “Galiannya manual. Kalau pakai alat berat mungkin bisa lebih rata dan presisi,” ungkap seorang warga.
Proyek drainase ini merupakan bagian dari program infrastruktur yang didanai APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 dengan nilai kontrak Rp189.393.000. Pelaksana proyek adalah CV. Sinar Mulya, dengan masa pengerjaan selama 60 hari kalender.
Warga mendesak pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur, khususnya yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Kami mendukung pembangunan. Tapi jangan sampai kualitas dikorbankan. Kalau begini, malah jadi masalah baru,” tegas warga.
Jika pengawasan tidak diperketat, proyek serupa dikhawatirkan hanya akan menjadi formalitas belaka dan gagal menjawab persoalan klasik banjir dan genangan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Penulis: Alim


