PT Jafa Indo Corpora Subang Bidik Karawang, Target 150 PMI per Bulan Usai Lebaran

0
Caption: PT Jafa Indo Corpora Subang Bidik Karawang, Target 150 PMI per Bulan Usai Lebaran

KARAWANG – PT Jafa Indo Corpora Subang menggelar pertemuan silaturahmi dan sosialisasi bersama para pendamping serta sponsor TKI/PMI wilayah Karawang dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung di Pemancingan Balong Jambe, Jl. Raya Kemiri, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Minggu sore (22/2/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan program, pemaparan sistem kerja, sekaligus penjajakan ekspansi perusahaan di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu kantong pekerja migran di Jawa Barat.

Wahyu Taqdimullah: Karawang Jangan Kalah dari Subang

Koordinator Karawang PT Jafa Indo Corpora, Drs. H. Wahyu Taqdimullah, menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dengan para pendamping lapangan dan sponsor.

Ia mengajak sponsor dari wilayah Pedes, Batujaya, Rengasdengklok, Cilebar, Tirtajaya, Tempuran, Jayakerta hingga Cilamaya untuk bersama-sama membesarkan jaringan Jafa Indo Corpora di Karawang.

“Subang satu bulan bisa 100 orang. Masa Karawang kalah? Kita ini kantong TKI. Target minimal 150 per bulan setelah Lebaran,” ujarnya penuh semangat.

Wahyu yang merupakan putra daerah Rawamerta dan telah lama berkecimpung dalam perekrutan PMI berharap Karawang segera memiliki kantor cabang resmi, sehingga tidak lagi bergantung pada Subang.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik, termasuk dengan media, apabila terjadi persoalan di lapangan.

“Kalau ada masalah, mari kita selesaikan bersama. Jangan langsung naik ke pemberitaan sebelum dikomunikasikan,” pesannya.

Saat ini, aktivitas perekrutan di Karawang baru berjalan sekitar satu minggu dan masih menggunakan tempat sementara. Namun, pihaknya optimistis pasca Lebaran kantor yang lebih representatif segera dibuka.

Kepala Cabang: Jafa Siap Ekspansi Besar-besaran

Kepala Cabang PT Jafa Indo Corpora Subang, Ade Carnita, menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal ekspansi besar-besaran di Karawang.

Ia menjelaskan bahwa Jafa Indo Corpora berada dalam satu grup perusahaan milik Dodi Suardi, dengan jaringan hampir 40 kantor cabang di seluruh Indonesia dan pusat operasional di Kebumen.

Sebagai bentuk keseriusan, Ade bahkan melakukan video call langsung dengan owner di hadapan peserta pertemuan untuk menunjukkan dukungan penuh terhadap pembukaan jaringan di Karawang.

“Visi kami adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Semua proses, mulai dari BLK, ujian kompetensi, paspor hingga keberangkatan, kami upayakan selesai di cabang masing-masing. Tidak over ke pusat,” tegasnya.

Caption: PT Jafa Indo Corpora Subang Bidik Karawang, Target 150 PMI per Bulan Usai Lebaran

Negara Penempatan dan Skema Program

Jafa Indo Corpora bergerak di sektor formal dan informal dengan negara penempatan antara lain:

• Taiwan

• Hong Kong

• Singapura

• Malaysia

• Jepang

• Belanda

• Brunei

• Perancis

Untuk penempatan ke Malaysia, Ade menegaskan tidak ada potongan gaji. Sementara untuk negara lain terdapat skema potongan 5–6 bulan, tergantung negara tujuan.

Perusahaan juga menawarkan sistem pencairan dana yang fleksibel sesuai kesepakatan. Bahkan, pencairan bisa dilakukan setelah uji kompetensi (BNSP) selesai tanpa harus menunggu majikan.

“Yang penting komitmen dan komunikasi. Kita transparan,” katanya.

Program Reward: Motor hingga Kulkas

Sebagai bentuk motivasi, perusahaan meluncurkan program reward bagi sponsor dengan capaian tertentu dalam satu bulan:

• 15 CPMI: Motor Honda Beat (cash & BPKB)

• 10 CPMI: Kulkas dua pintu

• 8 CPMI: TV LED 32 inch

“Ini bukan kredit, bukan cicilan. Hadiah langsung,” tegas Ade, disambut antusias para sponsor yang hadir.

Karawang Dibidik Jadi Basis Baru

Dalam dua tahun operasional di Subang, perusahaan mengklaim telah memberangkatkan sekitar 400 PMI, dengan 200 lainnya masih menjalani pelatihan di BLK.

Melihat potensi besar Karawang sebagai daerah pengirim pekerja migran, Jafa Indo Corpora menargetkan pembukaan beberapa UPTK atau kantor cabang di wilayah ini.

Pertemuan ditutup dengan sesi tanya jawab santai dalam suasana kekeluargaan, menggunakan bahasa Indonesia dan Sunda, menegaskan pendekatan lokal yang ingin dibangun perusahaan.

“PT besar bukan karena gedungnya, tapi karena orang lapangan. Sponsor dan pendamping adalah kunci,” pungkas Ade.

Silaturahmi ini menjadi sinyal bahwa persaingan antar P3MI di Karawang akan semakin dinamis, seiring masuknya pemain besar dengan target ekspansi agresif dan sistem pelayanan yang diklaim lebih cepat serta kompetitif.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini