
KARAWANG – Pesan tegas disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Karawang, Hany Handayani, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IWOI Karawang 2026 yang digelar di Villa Meta Morgana, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (19/12/2025).
Di hadapan seluruh peserta Rakerda, Hany menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kedewasaan berorganisasi di tengah dinamika internal yang terus berkembang. Menurutnya, forum Rakerda menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
Rakerda tersebut membahas berbagai hal strategis, mulai dari keanggotaan, struktur organisasi, hingga dinamika internal yang selama ini terjadi di tubuh IWOI Karawang. Hany menilai momen ini sangat tepat untuk mengingatkan kembali seluruh anggota, terutama anggota baru, mengenai sejarah berdirinya organisasi dan arah perjuangan ke depan.
“Untuk rekan-rekan yang baru bergabung, mungkin belum mengetahui dari awal bagaimana organisasi ini terbentuk. Sampai hari ini, rapat ini menjadi rapat yang tepat untuk membahas dan mengevaluasi keanggotaan serta struktur organisasi,” ujar Hany.
Ia mengakui bahwa dalam perjalanan organisasi, perubahan struktur dan keluar masuknya anggota merupakan hal yang tidak terelakkan. Namun, ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah bagaimana setiap anggota menempatkan organisasi sebagai wadah kebersamaan, bukan sekedar tempat singgah.
“Saya hanya ingin menekankan satu hal, semoga di dalam hati masing-masing rekan-rekan semua, IWOI ini bisa menjadi rumah kedua bagi kita semua,” ucapnya.
Sorotan tajam juga diarahkan Hany pada fenomena anggota yang memilih meninggalkan organisasi karena persoalan emosional. Menurutnya, sikap mudah terbawa perasaan dan egoisme sering kali menjadi pemicu utama retaknya kebersamaan.
“Kalau saya lihat dari perjalanan selama ini, yang keluar itu biasanya karena baperan dan egois. Padahal kita semua punya ego masing-masing, tetapi ketika berorganisasi, ego itu harus ditekan,” tegasnya.
Hany mengajak seluruh anggota untuk menyikapi setiap perbedaan pendapat, pergesekan, maupun ketidakpuasan secara dewasa melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan keputusan sepihak yang justru merugikan.
“Kalau ada pergesekan atau ketidakpuasan, ayo kita diskusikan bersama. Jangan kesal sedikit langsung keluar. Ribut sedikit di group lalu keluar, itu kurang dewasa. Kita ini sudah dewasa, bukan lagi anak SMP atau SMA,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keputusan keluar dari organisasi secara emosional sering kali berujung pada penyesalan dan tidak mencerminkan etika berorganisasi yang baik.
“Dikit-dikit keluar group itu rasanya kurang elok. Mumpung kita sedang berkumpul, saya ingin mengingatkan hal ini,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Hany Handayani mengajak seluruh anggota IWOI Karawang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga komunikasi, serta membangun organisasi dengan niat yang tulus dan penuh tanggung jawab.
“Ayo kita sama-sama membangun IWOI ini menjadi rumah kedua bagi kita semua,” pungkasnya.
Penulis: Alim

