
Karawang – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang memasuki babak baru. Kampus tersebut resmi melantik Budi Rismayadi sebagai rektor untuk periode 2026–2030, Kamis (9/4/2026), menggantikan Dedi Mulyadi.
Pelantikan yang digelar di auditorium kampus berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Karawang, pengurus yayasan, pimpinan perguruan tinggi, hingga perwakilan LLDIKTI Wilayah IV. Serah terima jabatan menjadi momen simbolis estafet kepemimpinan sekaligus penanda arah baru bagi pengembangan kampus.
Penetapan Budi Rismayadi sebagai rektor tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Buana Perjuangan Karawang yang dibacakan dalam prosesi. Dengan keputusan tersebut, kepemimpinan periode 2022–2026 resmi berakhir.
Dalam pidato perdananya, Budi tak sekedar berbicara seremonial. Ia langsung menegaskan arah kepemimpinannya: memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat sebagai fondasi utama.
“Amanah ini bukan sekedar jabatan, tetapi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, terutama di tengah derasnya perkembangan teknologi. Menurutnya, inovasi harus menjadi kunci agar lulusan UBP Karawang mampu bersaing di level nasional hingga global.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas dukungan selama masa jabatannya. Ia juga mengakui masih adanya kekurangan yang menjadi bahan evaluasi ke depan.
Momentum pergantian ini dinilai strategis. UBP Karawang didorong untuk tidak hanya bertahan, tetapi melompat lebih jauh sebagai perguruan tinggi berdaya saing tinggi dan berorientasi internasional.
Dengan kepemimpinan baru, harapan besar pun mengemuka: kampus ini mampu melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat kontribusinya bagi pembangunan daerah dan nasional.

