Siang Bolong, Wagirserut Meledak: Emak-emak & Pemdes Serbu “Kios Aceh”, Obat Keras Dibanting di Jalan

0
Caption: Siang Bolong, Wagirserut Meledak: Emak-emak & Pemdes Serbu “Kios Aceh”, Obat Keras Dibanting di Jalan

Karawang — Suasana tenang siang hari di Kampung Wagirserut mendadak berubah jadi “arena pengadilan rakyat”. Puluhan emak-emak didampingi aparat pemerintah desa turun langsung menggeruduk sebuah kios yang diduga menjual obat keras ilegal jenis Hexymer (Trihexyphenidyl) dan Tramadol.

Warga tak lagi bisa menahan amarah. Di hadapan kerumunan, mereka menemukan sejumlah obat dan spontan membantingnya ke jalan. Teriakan protes pecah. “Ini sudah terlalu lama! Anak-anak sekolah pada kena! “Kalau dibiarkan, bagaimana masa depan generasi kita?”

Aksi warga terjadi di RT 03/RW 01, Desa Lemahmakmur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Menurut warga, kios tersebut telah lama meresahkan karena pembelinya bukan hanya orang dewasa, tetapi remaja dan pelajar.

Salah seorang warga dengan nada tinggi bahkan meminta pemilik kios segera angkat kaki. “Harus keluar dari kampung ini sekarang juga!”

Kesabaran Warga Habis, Aparat Belum Datang

Hingga Selasa (17/2/2026) sore, warga masih menunggu pihak kepolisian datang ke lokasi. Kekecewaan pun memuncak karena kasus serupa disebut bukan kejadian pertama.

Salah seorang warga setempat lainnya mengungkap fakta mencengangkan: “Di Karawang ada sekitar 70-an kios obat seperti ini. Sudah sering digerebek warga, tapi hilang satu tumbuh seribu.”

Menurut warga, peredaran obat keras kini makin terselubung, berkedok kios pulsa, warung sembako, hingga toko kelontong. Aktivitasnya berjalan seolah legal dan nyaris tak tersentuh hukum.

“Seperti ada jaringan rapih. Tenang-tenang saja jualannya, jauh dari pantauan,” ujar warga lain.

Sampai Warga Nyeletuk: Perlu Panggil Damkar?

Karena tak kunjung ada tindakan cepat, sebagian warga bahkan melontarkan sindiran pedas: “Apa perlu lapor Damkar saja biar cepat datang?”

Pernyataan itu menggambarkan frustrasi masyarakat terhadap lambannya penanganan peredaran obat keras yang mereka nilai sudah darurat sosial.

Kini warga menunggu: apakah aparat bergerak… atau aksi massa akan kembali terjadi di kampung lain? Karawang sedang diuji, siapa sebenarnya yang menjaga generasi mudanya?

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini