
KARAWANG – Suhu politik dan hukum di Jawa Barat makin memanas. Setelah Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) resmi dilaporkan ke KPK oleh Presidium KAMI Karawang, giliran Tim Hukum Jabar Istimewa (Jabis) yang mengambil sikap keras. Koordinator Jabis Karawang, Asep Agustian SH. MH, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan membela KDM habis-habisan, tanpa kompromi.
Padahal, pelapor KDM, H. Elyasa Budianto SH. MH, merupakan advokat senior Karawang yang selama ini dikenal dekat dengan banyak kalangan. Namun bagi Asep Agustian, kedekatan personal tidak akan menghalangi prinsip hukum yang diyakininya.
“Pak Elyasa lapor ke KPK? Silahkan, itu haknya. Tapi Jabis Karawang tidak akan tinggal diam. Kami akan bela KDM sampai titik darah penghabisan,” tegas Asep di kantornya, Rabu (3/12/2025).
Asep menegaskan bahwa seluruh perangkat Jabis Karawang akan bergerak penuh, tanpa lelah dan tanpa waktu istirahat, sebagaimana gaya kerja KDM yang dikenal selalu turun ke masyarakat siang malam.
12 Advokat Siap Tempur, Dibagi Empat Tim Khusus
Mengacu pada SK Tim Hukum Jabar Istimewa Nomor: 012/YTHJI/KPTS/V/2025, Asep mengungkapkan bahwa Jabis Karawang memiliki 12 advokat, dibagi menjadi empat tim yang fokus menangani berbagai perkara.
Yang paling sering tampil di publik mendampingi KDM adalah:
• Syarifudin SH. MH., Koordinator Lapangan
• Ujang Suhana SH
• Pontas Hutahaen SH
• Iwan Kurniawan SH. MH
“Saya bagi empat tim agar setiap perkara tertangani fokus. Semua advokat Jabis adalah anggota PERADI Karawang yang saya pimpin sendiri,” jelasnya.
Alasan Askun Jarang Muncul di Lapangan
Meski dikenal sebagai figur penting di Jabis dan PERADI, Asep Kuncir atau akrab disapa Askun justru memilih tidak sering tampil di publik. Ia mengaku ingin memberikan ruang kepada para junior yang sudah ia percaya.
“Saya belum pernah bertemu KDM, apalagi dekat. Biarkan teman-teman yang lain tampil dan berkontribusi. Saya cukup membackup dari belakang,” ungkapnya.
Menurutnya, yang terpenting adalah koordinasi antara Jabis Karawang dan Jabis Jawa Barat tetap solid.
Optimis KPK Objektif: “Baru Laporan, Jangan Dibesar-besarkan”
Menanggapi laporan KAMI ke KPK, Askun menilai masyarakat seharusnya tidak terburu-buru menyimpulkan.
“Namanya juga baru laporan. KPK pasti terima, tapi kan nanti mereka kaji: tanah itu hak milik atau tanah negara? Soal Abuse of Power, apakah benar KDM ‘one man show’? Karena yang kita tahu, di Karawang Barat sudah ada MoU dengan PJT II, Jasa Marga, dan BBWS,” jelasnya.
Askun bahkan menilai langkah KDM sebagai sesuatu yang patut diapresiasi, bukan dicurigai.
Jabis Pastikan Lapor Balik Elyasa Budianto
Ketegangan makin meningkat setelah Elyasa juga melaporkan Kades Wadas, H. Junaedi, atas dugaan penyerobotan lahan dalam proyek normalisasi Pemprov Jabar.
Terkait hal ini, Askun memastikan Jabis telah menyiapkan 20 pengacara dan dipastikan akan melaporkan balik Elyasa Budianto.
“Ya sudah, akhirnya sama-sama melapor. Tinggal nanti diuji APH siapa yang salah dan siapa yang keliru,” tegasnya.
Drama Hukum Karawang Memanas
Dengan dua kubu besar yang sama-sama keras, publik Karawang kini menyoroti bagaimana langkah KPK dan aparat penegak hukum selanjutnya. Jabis sudah mengibarkan bendera perlawanan, sementara KAMI tetap kukuh pada laporannya.
Pertanyaannya: Siapa yang akan tersungkur, dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan hukum ini?
Penulis: Alim

