Tragedi di Kolong Jembatan CKM: Kontainer Masuk Jalan Sempit, Tiga Nyawa Melayang

0
Caption: Tragedi di Kolong Jembatan CKM: Kontainer Masuk Jalan Sempit, Tiga Nyawa Melayang

Karawang — Suasana Minggu malam di kawasan jalan irigasi Bandasari mendadak berubah mencekam. Sebuah kecelakaan maut terjadi di Kolong Jembatan Perum Citra Kebun Mas (CKM) pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa tersebut merenggut tiga korban jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, SH., MM., polisi telah mengamankan sopir kontainer beserta seluruh barang bukti ke Mapolres.

“Kami sudah mengamankan sopir kontainer dan barang bukti, kemudian melaporkan kejadian ini, dan semuanya saat ini berada di Polres Karawang,” ujar AKP Sudirianto.

Caption: AKP Sudirianto, SH., MM., Kasat Lantas Polres Karawang

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas dibantu warga harus bekerja selama kurang lebih 2,5 jam untuk mengevakuasi korban serta mengamankan kendaraan. Lokasi yang sempit dan minim pencahayaan membuat penanganan berjalan penuh kehati-hatian.

Diduga Salah Arah oleh Penunjuk Jalan

Fakta mencengangkan terungkap: jalur tersebut bukan peruntukan kendaraan besar. Namun kontainer bermuatan minyak goreng justru masuk ke jalan sempit di bawah jembatan.

Polisi menduga kendaraan diarahkan oleh seseorang di lokasi (pak ogah) hingga akhirnya terjadi kecelakaan fatal.

“Kami akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Muatan kendaraan berupa minyak goreng yang akan dibawa ke gudang,” tambahnya.

Warga Trauma, Polisi Selidiki

Peristiwa ini membuat warga sekitar syok. Lokasi yang selama ini hanya dilalui kendaraan kecil mendadak menjadi titik maut. Banyak warga kini mempertanyakan pengawasan jalur serta keberadaan pengarah jalan liar yang kerap berdiri di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan masih berlangsung guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.

Sementara itu, aparat mengimbau pengemudi kendaraan besar agar tidak memasuki jalur permukiman tanpa panduan resmi, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini