Truk Proyek TKW Nyasar ke Area Vital, Terguling di Siang Bolong – Imbauan Kades Diabaikan, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

0
Caption: Truk Proyek TKW Nyasar ke Area Vital, Terguling di Siang Bolong - Imbauan Kades Diabaikan, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Bekasi — Kecelakaan truk pengurugan proyek pembangunan penampungan TKW di Kampung Warung Bingung RT 005/RW 002, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, memicu kemarahan warga. Kendaraan proyek berukuran besar itu dilaporkan salah jalur hingga masuk ke area Pertamina dan berakhir terguling, ironisnya terjadi pada siang hari, Senin (16/2/2026), saat aktivitas warga sedang padat.

Insiden ini langsung menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, jauh hari sebelumnya Kepala Desa Sukaasih, Nadih Joih, sudah memberikan peringatan terbuka agar kendaraan proyek hanya beroperasi malam hari demi keselamatan.

“Saya menghimbau agar mobil pengurugan proyek beroperasi di malam hari, jangan di siang hari karena dapat mengganggu pengguna jalan lainnya. Di lingkungan sekitar banyak anak sekolah,” tegasnya.

Namun imbauan itu seolah dianggap angin lalu.

Kelalaian yang Nyaris Berujung Bencana

Siang hari di kawasan tersebut dikenal sebagai jam sibuk: warga bekerja, pedagang beraktivitas, dan anak-anak sekolah melintas. Kehadiran truk proyek besar bukan hanya mempersempit jalan, tetapi menciptakan potensi kecelakaan serius.

Fakta di lapangan menunjukkan kendaraan tetap beroperasi di luar jam yang disarankan, bahkan melintasi jalur tak semestinya hingga masuk kawasan vital. Tergulingnya truk hanya tinggal menunggu momentum, dan momentum itu akhirnya terjadi.

Meski tidak ada korban jiwa, warga menilai kejadian ini sebagai “alarm keras”, bukan sekedar kecelakaan biasa.

Siapa Bertanggung Jawab?

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mendasar:

• Di mana pengawasan pelaksana proyek?

• Mengapa aturan lokal diabaikan?

• Apakah ada koordinasi dengan aparat setempat?

• Siapa yang menjamin keselamatan warga?

Apalagi lokasi kecelakaan berada dekat objek vital nasional. Resiko yang ditimbulkan dinilai bisa jauh lebih besar jika situasi sedikit saja berbeda.

Warga Desak Sanksi Tegas

Masyarakat kini mendesak aparat dan pelaksana proyek tidak lepas tangan. Mereka meminta:

• Penegakan jam operasional kendaraan proyek

• Pengawasan ketat rute angkutan material

• Sanksi tegas bagi pelanggar

Bagi warga, persoalannya bukan lagi soal truk terguling, melainkan soal nyawa.

Jika peringatan kepala desa saja diabaikan, kekhawatiran publik makin nyata: keselamatan masyarakat dipertaruhkan atas nama proyek.

Red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini