Tugu Kebulatan Tekad ‘Tenggelam’ Empat Tahun, H. Darwis Minta Media Angkat Kembali Sejarah Rengasdengklok

0
Caption: H. Darwis, Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok

KARAWANG – Fakta mengejutkan terungkap dari kawasan bersejarah Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Selama empat tahun terakhir, perawatan dan pemeliharaan tugu yang menjadi simbol awal kemerdekaan Republik Indonesia itu disebut nyaris “tenggelam” dari perhatian pemerintah dan lebih banyak dilakukan secara swadaya, bahkan menggunakan dana pribadi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, H. Darwis, saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) yang digelar di kawasan Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum IWOI Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., S.Ak., Ketua IWOI DPD Kabupaten Karawang Syuhada Wisastra, para ketua koordinator wilayah, serta puluhan anggota IWOI dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, H. Darwis menyampaikan apresiasi tinggi kepada IWOI yang dinilainya konsisten menjaga marwah jurnalistik sekaligus berperan aktif mengangkat nilai sejarah dan kebangsaan.

“Saya mengapresiasi IWOI yang ada di seluruh Nusantara, khususnya di Kabupaten Karawang. Hari ini IWOI hadir di tempat yang luar biasa, tempat terjadinya peristiwa besar pada 16 Agustus 1945, sebelum proklamasi dibacakan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Rengasdengklok memiliki posisi strategis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, karena menjadi lokasi awal perumusan tekad para pendiri bangsa sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945.

“Di sinilah cikal bakal kemerdekaan itu terjadi. Karena itu, Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok harus dijunjung tinggi dan dilestarikan sebagai simbol nasionalisme bangsa,” tegasnya.

Namun ironisnya, di balik nilai historis tersebut, pengelolaan kawasan dinilai belum maksimal. H. Darwis mengungkapkan, selama empat tahun terakhir dirinya banyak melakukan perbaikan secara mandiri, mulai dari pengecatan hingga penataan fasilitas.

“Selama empat tahun saya mengurus, pengecatan itu dari pribadi saya. Alhamdulillah sekarang pemerintah mulai merespons. Mudah-mudahan tahun 2026 ini ada realisasi, termasuk pembangunan tempat parkir dan pemagaran,” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp120 juta yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas MCK sebagai bagian dari penataan kawasan bersejarah tersebut.

Di hadapan para insan pers, H. Darwis menekankan bahwa media memiliki peran strategis sebagai garda terdepan penyampai aspirasi publik sekaligus sosial kontrol terhadap pemerintah.

“Tanpa media, aspirasi masyarakat tidak akan tersampaikan. Media adalah stakeholder pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Ia pun berharap IWOI tetap solid, profesional, dan berintegritas, serta terus berkontribusi dalam mengangkat kembali keberadaan Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok agar dikenal luas sebagai simbol perjuangan dan nasionalisme bangsa.

“Saya mohon Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok ini diangkat setinggi-tingginya melalui media. Ini cikal bakal sejarah kemerdekaan kita. Dari tempat inilah jiwa nasionalisme harus terus ditumbuhkan,” pungkasnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini