Video Beredar! Dugaan Pungutan Liar Hantui Pedagang Pasar Ramayana Cikarang

0
Caption: Video Beredar! Dugaan Pungutan Liar Hantui Pedagang Pasar Ramayana Cikarang

Bekasi – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencoreng wajah ketertiban di kawasan Pasar Tumpah Ramayana Cikarang, Kabupaten Bekasi. Di saat para pedagang berjuang mencari nafkah sejak dini hari, dua oknum yang diduga preman justru disebut-sebut berkeliaran menarik uang secara paksa.

Peristiwa itu terjadi pada Senin dini hari (23/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, ketika suasana pasar tengah sibuk oleh aktivitas bongkar muat barang. Dalam rekaman video amatir yang beredar, tampak seorang pria mengenakan topi hitam dan jaket berwarna terang berada di tengah lapak pedagang. Pada potongan gambar lain, pria tersebut terlihat berdiri di antara tumpukan barang dagangan saat kondisi pasar masih ramai.

Dua pria yang dikenal dengan sapaan “Mona” dan Jenal Abidin alias “Pesing” diduga mendatangi satu per satu lapak pedagang untuk meminta sejumlah uang.

“Kejadiannya sekitar jam 3 subuh. Mereka datang dan minta uang. Kalau tidak dikasih, bahasanya intimidasi,” ujar seorang pedagang yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (24/2/2026).

Video yang beredar memperlihatkan suasana pasar yang padat, dengan sejumlah pria diduga tengah melakukan pengutipan uang di area pedagang kaki lima. Rekaman tersebut sontak memicu kemarahan dan kekhawatiran para pedagang, yang merasa praktik serupa bukan kali pertama terjadi.

Para pedagang mengaku resah dan tertekan. Di tengah tingginya biaya operasional, sewa lapak, serta persaingan dagang yang makin ketat, mereka masih harus menghadapi pungutan tidak resmi yang tak jelas dasar hukumnya maupun peruntukannya.

“Biaya sudah banyak. Sewa ada, keamanan ada. Ini tambah lagi pungutan yang tidak jelas. Kami ini pedagang kecil, makin susah,” keluh pedagang lainnya.

Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan besar soal pengawasan dan penindakan aparat. Jika praktik semacam ini terus dibiarkan, bukan hanya merugikan pedagang kecil, tetapi juga berpotensi menciptakan rasa takut serta ketidakadilan di ruang publik.

Para pedagang berharap aparat kepolisian dan instansi terkait segera turun tangan untuk menertibkan serta menindak tegas oknum-oknum yang diduga melakukan pungli tersebut. Mereka menginginkan kepastian hukum dan perlindungan nyata saat mencari nafkah.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian setempat terkait laporan keresahan pedagang di Pasar Ramayana Cikarang. Publik kini menanti langkah konkret aparat: akankah ada tindakan tegas, atau praktik ini kembali berlalu tanpa penyelesaian?

Red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini