
KARAWANG – Suasana sore hari di depan Kompleks Pemerintah Kabupaten Karawang memanas, Selasa (14/7/2026). Gerakan Masyarakat Karawang melontarkan ultimatum keras kepada Bupati Karawang: aksi unjuk rasa akan digelar selama 30 hari berturut-turut, bahkan dapat terus berlanjut hingga seluruh tuntutan mereka mendapat tanggapan resmi.
Bagi massa, aksi ini bukan sekedar demonstrasi biasa. Mereka menyebutnya sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat Karawang, mulai dari isu lingkungan, dugaan persoalan etika pejabat, hingga sulitnya lapangan pekerjaan.
“Kami akan terus datang setiap hari sampai pemerintah mendengar suara rakyat,” tegas koordinator aksi di hadapan peserta demonstrasi.
Alih Fungsi Hutan Jadi Sorotan
Salah satu isu utama yang diangkat adalah dugaan rencana alih fungsi kawasan hutan di Karawang Selatan menjadi kawasan industri.
Menurut massa, kawasan hutan tersebut merupakan daerah resapan air yang berperan penting mencegah banjir. Mereka khawatir jika alih fungsi terjadi, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai hutan berubah menjadi beton sementara rakyat harus menanggung banjir yang semakin parah,” seru salah seorang orator.
Desak Bupati Tidak Tutup Mata
Dalam orasinya, massa juga meminta Bupati Karawang segera mengambil sikap terhadap berbagai isu yang berkembang di lingkungan pemerintahan, termasuk dugaan pelanggaran etika yang menyeret sejumlah pejabat.
Mereka menilai pemerintah tidak boleh membiarkan berbagai dugaan tersebut berlarut-larut tanpa penjelasan kepada publik.
Tuntut Tes Urine Seluruh Pejabat
Tuntutan yang paling menyita perhatian adalah permintaan agar seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang menjalani tes urine oleh lembaga independen.
Massa menyatakan langkah itu penting untuk menjawab berbagai dugaan yang beredar di masyarakat. Bahkan mereka mengaku siap membantu pembiayaan pelaksanaan tes apabila terkendala anggaran.
Namun hingga aksi berakhir, tuntutan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari pemerintah daerah.
Kota Industri, Tapi Pengangguran Masih Tinggi?
Massa juga menyoroti kondisi Karawang yang dikenal sebagai kawasan industri, namun menurut mereka masih banyak warga kesulitan memperoleh pekerjaan.
Selain itu, mereka meminta pemerintah lebih serius merealisasikan janji-janji kepada masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan pelayanan publik.
Singgung Kasus Lama yang Belum Jelas
Dalam orasi, massa turut menyinggung kasus lama yang disebut melibatkan seorang wartawan dan seorang pejabat. Mereka mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut serta meminta adanya kepastian hukum.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari aspirasi yang disampaikan peserta aksi dan belum menjadi fakta hukum yang diputuskan pengadilan.
Ultimatum 30 Hari
Menjelang akhir aksi, koordinator demonstrasi kembali menegaskan bahwa ini hanyalah awal.
Mulai hari berikutnya, mereka berencana kembali mendatangi Kantor Bupati Karawang setiap hari hingga pemerintah memberikan respons atas tuntutan yang diajukan.
“Kami tidak datang untuk mencari sensasi. Kami datang karena rakyat ingin didengar. Kalau pemerintah tetap diam, kami akan terus kembali sampai ada jawaban,” tegasnya.
Hingga demonstrasi berakhir, aksi berlangsung kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian. Sampai berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Karawang maupun Bupati Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Penulis: Alim

