
KARAWANG – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang kembali menunjukkan bahwa peran pers tidak hanya sebatas pemberitaan, tetapi juga aksi nyata di tengah krisis. Melalui program Jumat Berkah IWOI Peduli, organisasi pers ini turun langsung membantu warga terdampak banjir di Dusun Tegaluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, pada Jumat (30/1/2026).
Kegiatan yang menjadi pelaksanaan keempat sepanjang Januari tersebut dimulai sejak pukul 13.30 WIB hingga selesai, dengan menyalurkan ribuan paket nasi kotak ayam kalasan dan ribuan paket snack kepada warga yang masih bertahan di rumah dan belum mengungsi.
Banjir yang melanda wilayah ini menyebabkan ratusan hektare sawah dan kebun terendam, serta merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, bahkan sebagian rumah terendam hingga atap. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah terisolasi dan sulit dijangkau.
Untuk memastikan bantuan sampai ke warga terdampak, Tim IWOI Peduli mengerahkan perahu karet milik organisasi, menyusuri rumah-rumah warga di tengah genangan air.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, didampingi Ketua IWOI Peduli Junaedi Hambali, Wakil Ketua IWOI Peduli Karnata, serta Bendahara DPD IWOI Karawang Arini Yanti Mala, bersama jajaran pengurus lainnya.
Syuhada Wisastra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral pers kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana.
“Ini sudah keempat kali kami melaksanakan Jumat Berkah sepanjang Januari. Lebih dari seribu kotak nasi telah kami salurkan. IWOI sebagai pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir membantu warga terdampak bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peran pers tidak boleh berhenti di ruang redaksi, melainkan harus hadir langsung di tengah masyarakat saat kondisi darurat.
“Pers bukan hanya menulis berita, tetapi juga hadir langsung saat terjadi bencana. Kami ingin membantu korban banjir sekaligus mendukung kerja pemerintah dalam penanganan dampak bencana,” tegas Syuhada.
Menurutnya, kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Ketika semua elemen bergerak bersama, beban masyarakat yang terdampak bisa jauh lebih ringan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua IWOI Peduli Junaedi Hambali memastikan bahwa gerakan sosial ini tidak akan berhenti hanya pada penanganan banjir.
“Program IWOI Peduli akan terus berlanjut, bukan hanya untuk korban banjir, tetapi juga bagi masyarakat lain yang membutuhkan bantuan. Ini komitmen kami untuk terus berbagi,” katanya.
Kegiatan ini mengusung tagline “IWOI Peduli, Berbagi Tanpa Batas, Peduli Tanpa Sekat”, menegaskan bahwa kepedulian sosial insan pers di Karawang akan terus digerakkan secara berkelanjutan.
Penulis: Alim

