Pernyataan Humas Unsika Picu Polemik, Nurhali Akhirnya Minta Maaf: Akui Emosi dan Nada Keras

0
Caption: Pernyataan Humas Unsika Picu Polemik, Nurhali Akhirnya Minta Maaf: Akui Emosi dan Nada Keras

Karawang — Tekanan publik terhadap pihak kampus akhirnya berbuah respons. Humas Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nurhali, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers setelah ucapannya menuai sorotan dan dinilai menyinggung kalangan media.

Dalam pernyataan resminya, Nurhali mengakui adanya kekhilafan dalam tutur kata yang sebelumnya dilontarkan kepada rekan-rekan jurnalis.

“Saya memohon maaf atas kekeliruan terhadap kawan-kawan media. Sesungguhnya saya tidak bermaksud untuk menyakiti,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Akui Luapan Emosi

Nurhali menjelaskan bahwa pernyataan bernada keras yang sempat beredar terjadi karena faktor emosional sesaat, bukan niat untuk merendahkan profesi wartawan.

Ia menegaskan bahwa ucapannya murni merupakan luapan emosi di lapangan.

“Itu sekedar karena luapan emosi saya. Sekali lagi saya minta maaf kepada rekan-rekan media bilamana kata-kata saya menyinggung perasaan,” katanya.

Sorotan Publik Belum Surut

Meski permintaan maaf telah disampaikan, gelombang respons dari kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan pers masih terus bergulir. Sejumlah pihak menilai insiden ini menjadi pengingat pentingnya etika komunikasi pejabat publik, terutama terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Pernyataan Nurhali yang mengakui adanya “nada-nada keras” juga menjadi perhatian tersendiri di tengah tuntutan agar institusi pendidikan memberi teladan dalam berkomunikasi.

“Saya minta maaf ke media karena ada nada-nada keras. Dengan ini saya betul-betul mohon maaf atas kekhilapan saya,” tutupnya.

Ujian Relasi Kampus–Pers

Peristiwa ini kini dipandang sebagai ujian bagi relasi antara institusi pendidikan dan insan pers di daerah. Publik menanti apakah permintaan maaf tersebut akan menjadi akhir polemik, atau justru membuka evaluasi yang lebih luas terhadap pola komunikasi pejabat kampus.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini