Helm Raib di Parkiran RS Hastien Rengasdengklok, Warga Karawang Kecewa: “Saya Cuma Butuh Tanggung Jawab”

0
Caption: Helm Raib di Parkiran RS Hastien Rengasdengklok, Warga Karawang Kecewa: “Saya Cuma Butuh Tanggung Jawab”

Karawang – Kasus kehilangan helm di area parkir kembali memantik sorotan publik. Kali ini dialami Doni, warga Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Ia mengaku kehilangan helmnya di area parkir Rumah Sakit (RS) Hastien Rengasdengklok, namun hingga kini merasa belum mendapat kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak rumah sakit.

Peristiwa itu bermula saat Doni tiba di RS Hastien pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Tak lama kemudian, ia keluar sebentar untuk mencari makan buka puasa sekitar pukul 17.30 WIB. Namun ketika kembali, helm yang sebelumnya disimpan di motor sudah raib.

“Pas saya balik, helm saya sudah enggak ada. Saya langsung lapor ke security,” ujar Doni kepada media, Rabu (4/3/2026).

Diminta Buat Laporan, Tapi Tak Ada Kabar

Menurut Doni, pihak keamanan meminta dirinya membuat berita acara kehilangan dan diminta pulang sambil menunggu kabar. Namun hingga keesokan harinya, ia mengaku tidak menerima informasi apa pun.

Merasa tidak ada perkembangan, Doni kembali mendatangi rumah sakit untuk menanyakan kelanjutan. Ia kemudian diarahkan mengecek rekaman CCTV.

Hasilnya justru membuatnya semakin kecewa.

“Pas dicek, CCTV parkiran enggak mengarah ke motor saya. Kameranya ke pojok, padahal motor saya di tengah. Jadi susah lihat pelakunya,” katanya.

Bolak-balik Tanpa Kepastian

Doni mengaku sudah beberapa kali mondar-mandir ke rumah sakit demi mencari kejelasan. Bahkan saat datang sekitar pukul 13.00 WIB untuk bertemu atasan, ia kembali diminta menunggu kabar.

“Saya bolak-balik ngabisin ongkos, tapi belum ada tanggung jawab dari pihak rumah sakit. Saya cuma butuh tanggung jawab saja, karena hilangnya masih di dalam parkiran RS Hastien,” tegasnya.

Pihak RS: Menunggu Atasan yang Cuti

Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Andi alias Bang Jambul selaku Komandan Regu (Danru) keamanan RS Hastien menyatakan laporan sudah diteruskan ke pimpinan.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan.

“Tadi kita sudah jelaskan juga ke Pak Lurah dan keluarga. Saya di situ hanya yayasan, tidak bisa memberikan keputusan. Apa yang disampaikan beliau sudah saya teruskan ke atasan saya, Pak Ipan,” ujarnya.

Menurut Andi, pihaknya sudah berkomunikasi dengan korban dan berencana mempertemukan Doni dengan pimpinan rumah sakit.

“Kebetulan Pak Ipan hari ini cuti. Saya juga sudah WhatsApp yang kehilangan helm. Kalau bisa besok ketemu di Hastien, ngobrol langsung dengan atasan yang bisa memberi keputusan,” tambahnya.

Publik Menunggu Sikap Tegas

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan publik soal standar keamanan parkir di fasilitas pelayanan kesehatan, terlebih kejadian terjadi di area dalam rumah sakit.

Kini, warga menunggu langkah konkret dari manajemen RS Hastien Rengasdengklok, apakah persoalan ini hanya berakhir dengan klarifikasi, atau ada bentuk tanggung jawab nyata kepada korban.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini